BPN: Penyampaian Visi Misi Idealnya Dilakukan Paslon

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said. Foto: Istimewa.

Sebab masyarakat ingin tahu visi-misi, pandangan serta ekspresi calon yang akan dipilih. Karena ini adalah pendidikan yang baik bagi masyarakat.

Indonesiainside.id, Jakarta — Penyampaian visi-misi pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019 yang sedianya akan digelar pada 9 Januari 2019 atau delapan hari sebelum debat perdana capres masih menuai polemik.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menutuskan apakah visi-misi disampaikan langsung oleh paslon atau tim kampanye dari Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) kubu Prabowo-Sandiaga.

Anggota BPN Sudirman Said mengusulkan agar yang menyampaikan visi misi adalah para paslon. Sebab, yang berkompetisi adalah pasangan calon, bukan tim sukses. Meski demikian, pihaknya tetap mematuhi putusan KPU terkait pihak yang akan menyampaikan visi misi.

“Karena ini adalah pendidikan yang baik bagi masyarakat. Masyarakat ingin tahu visi-misi, pandangan serta ekspresi calon yang akan dipilih. Termasuk pada saat menentukan moderator panelis, kita mengusulkan sesuai dengan permintaan UU Pemilu. Apapun keputusannya kita akan ikuti karena menurut saya KPU punya pertimbangan yang baik,” ujar Sudirman di Gedung KPU, Jakarta.

Mengenai isu pelanggaran HAM yang dinilai sensitif bagi kedua pasangan calon terutama paslon nomor urut 02, Sudirman menyebut isu HAM sudah tidak relevan dan merupakan isu lama yang diungkit-ungkit. Terlebih, Prabowo maju ketiga kalinya dalam kontestasi pilpres.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here