Demokrat: Tweet Andi Arief Bermaksud Mengingatkan

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Foto: Istimewa

Cuitan tentang 7 juta surat suara yang telah dicoblos pada kolom paslon nomor 01, harusnya tak dianggap berlebihan. Sebab Wasekjen Demokrat Andi Arief dalam cuitannya itu, ingin mengingatkan kompetitor untuk waspada.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melihat cuitan Andi Arief itu adalah mempertanyakan kebenaran info. Penyelenggara pemilu diminta mengkroscek hal tersebut.

“Andi Arif dalam tweetnya saya baca justru mempertanyakan dan minta dicek supaya tidak menjadi hoaks,” kata Ferdinand saat dihubungi, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya tweet Andi Arief itu bentuk penyampaian kewaspadaan, bentuk peringatan dini yang memiliki semangat menjaga demokrasi. Ia menyebut semua pihak tentu bisa membayangkan apa yang terjadi jika hal tersebut diabaikan.

“Tapi ternyata benar. Nah maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks,” imbuh Ferdinand.

Lebih lanjut Ferdinand meminta semua pihak kooperatif. Artinya jangan ada yang membangun tradisi menghakimi. Khususnya ketika seseorang menyampaikan dugaan dan ternyata tidak terbukti.

Jika ini terjadi, Ferdinand menyebut seluruh kewaspadaan yang dimiliki anak bangsa akan mati karena rasa takut menyampaikan. “Ini tidak baik dan buruk ke depan,” bebernya.

Ia menempatkan dugaan Andi seperti masyarakat yang curiga atas bungkusan mencurigakan. Lantas masyarakat menyampaikan lewat media sosial kemudian dicek polisi ternyata seseorang tersebut tidak hendak melakukan kejahatan.

“Apakah dia harus kita bully dengan tuduhan penyebar hoaks?” tanya Ferdinand.

Bagi Partai Demokrat, kewaspadaan seperti ini penting dimiliki. Seluruh pihak diminta bijak menyikapi mana yang niatnya hoaks dan mana yang bukan.

“Andi Arief sudah benar menyampaikan itu untuk menjaga demokrasi, itu waspada namanya,” tandas Ferdinand.

(Rengga Permana)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here