Hujan Deras Sebabkan Retakan dan Longsor

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Istimewa.

Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, retak. Ujungnya, tanah tak mampu menahan debit air dan longsor menerjang kampung di bawahnya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut sebelum longsor terjadi, daerah Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hal ini yang menjadi penyebab longsor di daerah tersebut.

“Otomatis terjadi volume aliran permukaan banyak. Yang kemudian tanggal 31 Desember 2018 pukul 17.30 WIB tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Longsor dari mahkota menerjang menuruni perbukitan,” kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Menurutnya, kontur tanah di daerah itu sangat gembur, mengingat sebagaian besar digunakan sebagai sawah. Selain itu, daerah di puncak perbukitan diisi oleh tanaman tahunan dan musiman.

Sementara di bagian tengah bukit, Sutopo menyebut ada sawah penduduk yang terhampar. Ada sekira 800 hingga 1 KM mahkota longsor, dan daerah landaan sekira 8 hektare yang longsor ke bawah. Ada pun ketebalan longsor mencapai 10 meter.

Sutopo membeberkan, kronologi longsoran pada awalnya meluncur seperti longsor pada umumnya. Namun karena ada bagian lebih tinggi longsor melompat dan menjadi lebih lebar.

“Material penyusun (longsor) adalah tanah yang bersifat poreus, mudah sekali menyerap air dan dari jenis yang ada di sana sifat tanahnya gembur, remah sehingga mudah sekali terjadi longsor, dan tipe longsoran yang ada disini adalah longsoran bahan rembapan,” tandasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here