KPU Tak Ingin Berpolemik Pemaparan Visi-Misi

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan teknis dan mekanisme pemaparan visi-misi diserahkan kepada kedua kubu paslon dan tim paslon. Foto: Ahmad Z.R

KPU lebih mempercayakan teknis kepada kedua kubu agar tak dianggap memihak sebelah.

Indonesiainside.id, Jakarta — Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said menyebut penyampaian visi-misi yang digagas KPU idealnya dipaparkan capres-cawapres secara langsung.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman tak ingin berpolemik soal siapa yang akan memaparkan visi-misi Capres-Cawapres. Ia lebih menyerahkan teknis dan mekanismenya kepada kedua paslon dan tim paslon. Kendati demikian, KPU tetap memfasilitasi penyampaian visi-misi dari kedua kubu tersebut.

“Prinsip kami, masing-masing harus sepakat dulu formatnya seperti apa. KPU sudah memberikan rancangan waktu. Masing-masing diberi slot dua jam, mau siapa duluan, siapa belakangan silakan saja. Mau dua-duanya tampil bareng silakan saja. Yang penting bagi KPU apa yang diputuskan itu semuanya sepakat,” ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta.

Sementara, Anggota Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid menyayangkan KPU yang berencana membatalkan penyampaian visi misi capres-cawapres yang rencananya digelar 9 Januari mendatang.

“Kita sayangkan KPU kemudian mewacanakan bahwa nanti kemungkinan kompetensi terkait dengan paparan program capres dan cawapres itu bisa digusur dan tidak diselenggarakan,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (2/1).

Hidayat menuturkan, penyampaian visi-misi sangat diperlukan sebagai rujukan masyarakat menentukan pilihan calon presiden dan wakil presidennya. Selain itu juga menjadi bahan bagi masyarakat sebelum menonton debat perdana pada 17 Januari mendatang.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here