Paslon 02 Bakal Bangun Infrastruktur Tanpa Bebani APBN

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat berdialog dengan pelaku ekonomi di Surabaya, Jawa Timur, (4/12/2018). Foto: Antara

Ada kesalahan dalam mengelola pembiayaan infrastruktur di era Jokowi. Semua dana dibebankan pada APBN.

Indonesiainside.id, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menyebut Jokowi memberi penugasan kepada BUMN melalui mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diakuntansikan. Hal ini sangat membebani APBN.

“Mana mungkin jika menggunakan mekanisme pendanaan PMN tidak membebani keuangan negara? Karena sudah tentu dana triliunan APBN dikucurkan kepada BUMN tersebut,” kata Suhendra di Jakarta, Kamis, (3/1/2019).

Maka dari itu, lanjut Suhendra, ide Sandiaga yang sama sekali tidak bergantung pada APBN merupakan solusi bagi keuangan negara yang semakin terbebani utang. Sebab APBN dapat difokuskan untuk membangun infrastruktur jalan lain seperti jalan nasional, jalan daerah yang masih banyak rusak.

“Hal ini antara lain yang dimaksud oleh Bang Sandi. Tidak mengobral anggaran negara dalam membangun infrastruktur,” beber Suhendra.

Mantan Staf Khusus Menteri PUPR ini juga mengkritik pihak yang membandingkan konsep Sandiaga dengan cara Ahok saat membangun Simpang Susun Semanggi.

Menurutnya, hal ini jelas tidak tepat dan sesat dalam berpikir. Lantaran, kebijakan yang diambil Ahok patut diduga banyak melanggar peraturan perundangan. Di antaranya adalah UU tentang Keuangan Negara dan UU No 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.

Selain itu, kebijakan Ahok menabrak Peraturan Presiden tentang Hibah. Penerimaan dan Belanja Negara/Daerah dan juga tentang Hibah yang harus dicatat dalam APBN/ APBD. Ia mempertanyakan kebijakan Ahok terkait hal ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here