Alat Deteksi Tsunami Dipasang Akhir Januari

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1). Foto: Antara

BMKG dan Badan Geologi masih mendiskusikan lokasi penempatan tide gauge di perairan sekitar Krakatau

Indonesiainside.id, Jakarta — Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berencana memasang tiga alat deteksi tsunami (tide gauge) di perairan sekitar Anak Gunung Krakatau. Pemasangan diharapkan sudah bisa dilakukan akhir Januari ini.

“Masih rencana, kita masih diskusi dengan teman-teman Badan Geologi soal penempatannya kira-kira dimana,” ujar Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana saat dihubungi Indonesiainside.id.

Taufan menjelaskan, tide gauge merupakan sensor pengukur ketinggian pasang-surut air laut. Sehingga kenaikan gelombang laut akibat aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau dan potensi tsunami yang ditimbulkannya bisa dideteksi lebih awal.

“Sehingga tingkat akurasi sistim perigatan dini potensi terjadinya tsunami karena aktivitas vulkanologi bisa terdeteksi lebih awal,” ujar Taufan.

Tide gauge bekerja dengan cara mengukur perubahan permukaan laut secara mekanis dan otomatis. Di dalamnya terdapat sensor radar dan tekanan, dan jika kondisi arus tidak terlalu besar, tide gauge bisa dilengkapi dengan sensor pelampung.

“Jadi nanti data dari sensor disimpan ke mesin pencatat data yang ada dalam sistim operasi,” imbuh Taufan. Data pengamatan tersebut lalu dikirim ke Bakosurtanal dan BMG secara real time dengan perantara satelit komunikasi VSAT.

“Mungkin yang perlu digaris bawahi, fungsi alat itu sebagai pendeteksi tsunami yang lebih di-setting untuk aktivitas vulkanologi,” tutur Taufan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here