Demokrat: Andi Arief Selalu Kooperatif

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Foto: Suara24 News.

Pihak Demokrat memastikan Andi Arief sebagai warga negara yang sadar hukum, akan memenuhi panggilan polisi. Namun Polisi berkewajiban melakukan tugas-tugasnya dalam cara yang menghormati hak-hak sipil, bukan malah melanggarnya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian segera memberi penjelasan terkait percobaan penjemputan paksa oleh polisi terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ke rumah orang tuanya di Lampung.

“Pemanggilan paksa hanya bisa dilakukan polisi setelah seseorang tiga kali tidak memenuhi panggilan. Sampai hari ini, Andi Arief belum pernah sekalipun mendapat panggilan polisi dalam kasus apapun yang mungkin disangkakan kepadanya,” ujar Rachlan di Jakarta, Jumat (4/1).

Rachlan menilai apabila Andi menjadi target operasi polisi, maka polisi telah melakukan excessive use of power yang sepenuhnya tidak bisa diterima.

Selain pejabat utama Partai Demokrat, kata Rachland, Andi Arief dikenal sejak muda sebagai aktivis yang tak gentar menyuarakan kebenaran. Dia adalah active citizen yang ikut membidani kelahiran reformasi dan merawat pertumbuhan demokrasi di negeri ini.

“Dalam pengertian apapun, Andi Arief bukan pelaku kriminalitas yang dapat memberi polisi justifikasi yang masuk akal terhadap upaya penjemputan paksa terhadapnya,” katanya.

Rachland memastikan Andi Arief akan memenuhi panggilan polisi, sebagai warga negara yang sadar hukum. Bahkan pihaknya akan mendampinginya memenuhi panggilan polisi. Namun polisi berkewajiban melakukan tugas-tugasnya dalam cara yang menghormati hak-hak sipil, bukan malah melanggarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here