Fahri Hamzah: Pemerintah Lakukan Langkah Mundur Terkait Rencana Melebur Batam

Kota Batam. Foto: Istimewa

Pemerintah diingatkan bahwa pembentukan awal Batam adalah untuk membangun otonomi khusus yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan Industri dan perdagangan nasional.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai keinginan Pemerintahan Jokowi untuk melebur operasional Badan Pengelola (BP) Batam dan Pemerintah Kota Batam, sangat berbahaya. Apalagi dengan penggabungan tersebut menyebabkan Wali Kota Batam merangkap ex officio sekaligus sebagai kepala otorita.

“Kita tadi sudah membahas cukup mendalam, baik dari aspek politk, hukum, juga ekonomi tentunya, dan hasilnya keputusan ini (peleburan) berbahaya sekali,” kata Fahri Hamzah usai menerima audiensi pengurus Kadin Kepri dan Batam khususnya, di ruang kerjanya lantai 4 Gedung Nusantara III DPR RI, Jumat (4/1).

Fahri mengingatkan pemerintah bahwa pembentukan awal Batam adalah untuk membangun otonomi khusus yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan industri dan perdagangan nasional.

“Kawasan Batam yang secara geografis masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan dengan Singapura, diharapkan akan dapat menyaingi Singapura dalam perdagangan dan industri,” jelasnya.

Terobosan yang akan dilakukan pemerintah, menurut Fahri haruslah sebuah terobosan maju yang dapat membuat Batam lebih fleksibel. Sehingga, dapat menjadikan Batam daerah yang solid, terkelola dengan baik dan mandiri.

Menurut Fahri, jika pemerintah tetap melakukan keinginannya, semua aspek akan terganggu, baik itu aspek ekonomi, hukum maupun politiknya. Pertama, karena ini menyangkut isu ekonomi yang di dalamnya ada investasi yang memerlukan kenyamanan, dan kepastian. Sebab mereka ingin melihat produksi mereka juga dalam jangka panjang bisa stabil.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here