Fadli Zon Sebut Mobil SMK Harusnya Jadi Monumen Kebohongan Nasional

Waketum Gerindra Fadli Zon memberi sambutan pada anugerah "212 Award" di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jumat (4/1) malam. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Kebohongan Award PSI, aduh gak pentinglah mau cari sensasi kaya gitu
(Fadli Zon)

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi anugerah “Kebohongan Award” yang diberikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Fadli, penghargaan itu tidak penting sama sekali.

“Saya kira yang paling banyak bohong itu coba lihat siapa, mobil SMK, mobil itu harus jadi monumen kebohongan nasional,” ujarnya ditemui usai menghadiri Penghargaan 212 Award di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1) malam.

Menurutnya, kalau mau membuat penghargaan kebohongan, PSI mestinya merujuk kepada kebohongan janji-janji pemerintahan yang tidak ditepati. Fadli mengatakan, kebohongan sebenarnya adalah kebohongan yang punya dampak kebijakan kepada rakyat.

“Jadi kalau mau lihat kebohongan itu, kebohongan yang punya dampak kebijakan terhadap rakyat Indonesia, janji seorang pemimpin di 2014 yang tidak ditepati,” imbuhnya.

Fadli menanggapi santai terkait penghargaan “Kebohongan Award” yang dikirim PSI ke kantor tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan.

“Aduh, gak pentinglah mau cari sensasi kaya gitu, mereka bertarung aja dulu dapatkan dukungan masyarakat,” katanya.

PSI memberikan tiga penghargaan, masing-masing kepada Prabowo Subianto dengan kategori “Kebohongan Terlebay”, kepada Sandiaga Uno dengan kategori “Kebohongan Terhakiki”, dan “Kebohongan Terhalu” kepada Wasekjen Demokrat Andi Arief.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here