Pigai Ungkap Latar Kedekatan Dengan Umat Islam

Reuni 212 yang berlangsung tertib dan aman, 2 Desember 2018.

Menurut dia, umat Islam Indonesia merupakan umat yang paling solid, toleran dan memegang teguh ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah.

Indonesiainside.id, Jakarta — Momentum Reuni 212 usai dilaksanakan pada awal Desember lalu. Dari sekitar 13 juta massa yang diperkirakan hadir, ternyata ada pihak non-muslim yang selama ini dekat dengan momentum aksi-aksi keumatan dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Salah satunya adalah mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Pigai menuturkan, secara latar belakang pribadi ia tidak mempunyai keberpihakan subjektif terhadap suatu kelompok. Ia lebih memiliki keberpihakan secara objektif. Menurut dia, umat Islam Indonesia merupakan umat yang paling solid, toleran dan memegang teguh ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah.

“Mereka (umat Islam) benar-benar mampu mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila, menghidupkan nilai teologis dan secara bersama-sama mengembangkan toleransi beragama. Mereka memanusiakan manusia secara adil dan beradab serta menjaga persatuan,” ujar Pigai kepada Indonesiainside.id, Sabtu (5/1).

Tak hanya di kalangan Islam, kata Pigai, di kalangan non-Islam adab tersebut juga dilakukan. Umat Islam mampu menyampaikan pendapat, pikiran dan rasa secara demokratis dalam momentum aksi-aksi keumatan.

“Jadi, perjuangan keumatan itu adalah perjuangan mencapai keadilan. Cara pandang ini jika kita simpulkan, maka apa yang diperjuangkan umat Islam sama dengan Pancasila. Karena itulah titik temu dengan saya. Ketika mereka berjuang, berpihak kepada nilai universal, nilai demokrasi, persatuan, dan keadilan disinilah titik temu kita,” jelas Pigai.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here