Rocky Gerung: Pers Merupakan Pembuluh Darah Publik

Pakar filsafat Rocky Gerung berbicara pada anugerah "212 Award" di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jumat (4/1) malam. Foto: Ahmad Z.R./Indonesiainside.id

Intelektual ini mengkritik tugas pers yang mayoritas tidak lagi on the track.

Indonesiainside.id, Jakarta — Pakar filsafat Rocky Gerung menjadi pembicara tamu dalam acara 212 Award di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1) malam. Ia mengkritik nalar dan narasi pers yang tidak menyampaikan berita secara objektif. Padahal, sebagai pilar keempat demokrasi (the fourth estate), pers bertugas sebagai alat kritik pemerintahan, bukan alat untuk membungkam oposisi.

“Pers seolah kehilangan kemampuan mengolah konsep. Pekerjaannya merawat boneka dan membuntuti boneka. Padahal pers merupakan pembuluh darah publik, harus mengedarkan oksigen akal sehat ke sirkulasi kemasyarakatan,” papar Rocky.

Hal tersebut, kata Rocky, salah satunya disebabkan kurangnya literasi. Bahkan, berdasarkan data dari lembaga internasional, Indonesia menempati peringkat ke-61 dari 62 negara.

“Literasi harusnya diajarkan istana, tapi dia sibuk menghitung elektabilitas. Pers harus menjadi kontrol pemerintahan. Agar kemampuan berbuat salah bisa diperkecil dari hari ke hari,” ucapnya.

(Ahmad Z.R)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here