Sandiaga Bakal Ciptakan Rantai Distribusi Sederhana

Sandiaga Uno di Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (05/01). Foto : Istimewa.

Dinamika harga bahan pokok di pasar terjadi karena rantai distribusi yang semrawut. Jika terpilih, cawapres 02 Sandiaga Uno punya inovasi untuk menjaga stabilitas harga.

Indonesiainside.id, Samarinda — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Segiri Samarinda Jalan Pahlawan, Sidodadi, Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, (5/1/2019). Dalam kesempatan itu ia menerima banyak keluhan pedagang.

Utamanya mengenai dinamika harga bahan pangan di pasar. Menurut Sandi, dinamika ini terjadi akibat distribusi dengan rantai yang terlalu panjang, sehingga membebani biaya jual.

“Kami akan ciptakan rantai distribusi yang sederhana, terbuka dan berkeadilan. Sehingga harga terjangkau dan pedagang seperti Aci dan Dahlia bisa tenang berjualan tanpa khawatir harga yang naik turun,” terang Sandi di lokasi. Aci dan Dahlia, suami isteri pedagang ayam yang namanya disebut Sandi, tampak tersenyum penuh harapan.

Sandiaga menyebut dirinya akan menampung semua aspirasi. Masalah ekonomi ini memang menjadi fokus Prabowo Sandi untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

“Harga-harga stabil dan terjangkau, penciptaan dan penyediaan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat menjadi fokus kami. Keluhan yang sama kami terima tiap hari dalam bersosialisasi di seluruh Indonesia,” ujar Sandi.

Sandi berjanji akan memperbaiki nasib para pengusaha kecil, menengah, petani, nelayan, pedagang pasar dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami akan stop impor bahan pokok, khususnya ketika petani panen, dan memberikan kesempatan kerja kepada anak negeri ketimbang tenaga kerja asing,“ ucap mantan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Ada pun dalam kesempatan itu, Aci dan Dahlia yang berdagang ayam di Pasar Segiri Samarinda, meminta kepada Sandiaga untuk membuat harga-harga stabil. Harga yang naik turun membuat keuntungan mereka tidak menentu.

“Kalau bisa Pak, harga-harga jangan naik turun. Sekarang naik sepuluh ribu Pak. Padahal kemarin dua puluh satu ribu, sekarang sudah tiga puluh satu ribu,” Aci berharap.

Hal senada diungkapkan Dahlia yang menemani suaminya berdagang. Sambil menggendong anaknya yang masih balita dia meminta Sandi peduli dengan nasib pedagang pasar. “Harga-harga tinggi Pak. Hidup kami cari untung sulit,” ucap Dahlia.

Selain curhatan, di pasar itu ratusan orang menyambut Sandi. Upayanya untuk lebih banyak berdialog dengan pedagang terhambat. Semua orang merangsek maju untuk melihat lebih dekat dan berswafoto dengannya. Teriakan “Sandi….Sandi….Sandi…” terus terdengar sejak Sandi tiba hingga meninggalkan pasar.

(Rengga Permana)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here