Menkes-BPJS Perpanjang Pelayanan BPJS Rumah Sakit Belum Akreditasi

Menkes Nila Moeloek (kedua kanan) bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kanan) menyampaikan keterangan pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (7/1). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Kemenkes keluarkan dua surat rekomendasi perpanjangan akreditasi hingga 30 Juni 2019

Indonesiainside.id, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyepakati perpanjangan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS di rumah sakit yang belum terakreditasi.

Kesepakatan tersebut dijalankan lewat surat Menkes No HK. 03.01/MENKES/768/2018 dan HK.03.01/MENKES/18/2019. Rekomendasi diberikan dengan syarat rumah sakit yang belum terakreditasi memberikan komitmen akreditasi sampai dengan 30 Juni 2019.

Semestinya, batas perpanjangan akreditasi jatuh pada 1 Januari kemarin, sebagaimana diatur dalam Permenkes nomor 99 tahun 2015 dengan jangka waktu lima tahun sejak pelaksanaan program JKS-KIS dimulai tahun 2014.

“Lewat surat ini, kami memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum terkareditasi melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Menkes di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Nila mengungkapkan, sampai saat ini masih ada 419 rumah sakit belum melaksankan akreditasi dari 2.178 rumah sakit. Dia meminta rumah sakit itu segera menyelesaikan syarat akreditasi sebelum jatuh tempo pada 30 Juni 2019.

“Memang begini prosedur yang harus dilalui, tapi untuk satu sisi kemanusiaan kami tidak memutuskan kerjasama dengan rumah sakit yang tidak terkareditasi tapi berkomitmen akan akreditasi di tahun 2019,” kata Nila.

Direktur Utama BPJS Fachmi Idris menambahkan, pasien peserta BPJS tetap bisa mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit belum akreditasi secara normal. Dasar pelaksanaannya dua surat rekomendasi yang telah dikeluarkan Kemenkes tadi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here