Para Kader PSI Dipolisikan

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Hendarsam Marantoko (tengah) didampingi kuasa hukum Djamaluddin Koedoeboen (kedua kiri) melaporkan kader PSI ke Bareskrim. Foto: Istimewa.

Oleh: Ahmad Z.R

Kepolisian didesak menangkap dalang dan pelaku di balik penghinaan yang diduga dilakukan pengurus PSI dengan kedok pemberian award. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Hendarsam Marantoko melaporkan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Bareskrim Mabes Polri akibat ujarannya yang diduga menghina Capres Prabowo Subianto, Cawapres Sandiaga Uno serta salah satu tim suksesnya yakni politisi Partai Demokrat Andi Arief.

“Kejadian yang dilakukan Grace, Raja Juli, Tamara Amani yang seolah-olah memberikan award, padahal tujuannya diduga adalah penghinaan kepada Pak Prabowo, Pak Sandi dan Mas Andi Arief,” ujar Hendarsam kepada Indonesiainside.id, Senin (7/1).

Ia menjelaskan, kebebasan berekspresi di era pemerintahan ini semakin mengkhawatirkan, dimana esensi dan arti kebebasan berekspresi kerap disalahartikan. Di antaranya dengan membuat berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian sebagai alat untuk melakukan black campaign (kampanye hitam).

“Tentu kondisi ini semakin memperparah iklim demokrasi kita dan berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat,” katanya.

Karena itu, didampingi kuasa hukumnya Djamaluddin Koedoboen, Hendarsam meminta kepolisian agar menangkap dalang dan pelaku di balik kejadian tersebut. Hal ini ditujukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Kerja-kerja (kepolisian) ini juga dalam rangka membantu pemerintah menghentikan ujaran kebencian (hate speech) yang menyesatkan dan semakin meresahkan,” tandasnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here