Visi Misi Lebih Jelas Bila Disampaikan Paslon

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani. Foto: Istimewa.

Penyampaian visi misi merupakan bagian sakral dari peran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga menyesalkan sikap KPU yang menolak memfasilitasi hal ini.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani menyebut pihaknya ingin agar visi misi disampaikan oleh para calon. Tujuannya jelas, mereka sebagai empunya visi dan misi, bisa secara langsung menggambarkan hal tersebut.

“Kalau capres-cawapres menyampaikan langsung maka semangat emosi dan tentu saja latar belakang visi misi itu akan terurai tergambar dengan jelas,” ujar Muzani di Jakarta, Senin (07/01).

Pihaknya tak mengerti keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu ternyata didasari tak ada titik temu antara paslon 02 dengan paslon 01. Sebab sejak awal, Prabowo-Sandiaga menginginkan penyampaian visi misi diakomodir 9 Januari 2019.

Pun demikian, Muzani menyebut pihaknya menghormati dan akan mengikuti keputusan KPU itu. Sebab hal tersebut memang berada di ranah penyelenggara pemilu.

“Tapi itu (penyampaian visi misi) sebuah alat bantu yang dilakukan, agar masyarakat tahu secara gamblang tentang visi misi dari capres-cawapres yang dilakukan pemaparan oleh mereka,” beber Muzani.

Seperti diketahui, Ketua KPU Arief Budiman menyebut pihaknya kewalahan jika memfasilitasi acara penyampaian visi misi. Alasannya, keinginan dari kedua pihak berbeda-beda.

Arief memutuskan agar kedua paslon menyampaikan visi misi sesuai keinginan sendiri. Terutama dalam menyampaikan visi misi di luar waktu debat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here