ACTA Minta DKPP Memberhentikan Tetap Pramono Ubaid

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Hendarsam Marantoko (paling kiri). Foto : Ahmad Z.R.

Oleh Ahmad Z.R

Sebagai Komisioner KPU seharusnya Pramono profesional dan hanya menyampaikan pernyataan yang terkait tupoksinya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Hendarsam Marantoko melaporkan komisioner KPU Pramono Ubaid ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena diduga telah bersikap tidak netral terkait tweet Wasekjen Demokrat Andi Arief soal surat suara tercoblos. Pramono Ubaid menyatakan dugaan bahwa kicauan Andi Arief soal surat suara dilakukan terencana.

Dalam pelaporannya, Hendarsam meminta kepada DKPP untuk menerima pengaduan pengadu untuk seluruhnya, menyatakan teradu bersalah telah melanggar azas mandiri dan adil dalam pemilu serta menjatuhkan sanksi kepada para teradu berupa pemberhentian tetap.

“Kami menilai pernyataan tersebut sangat tendensius dan menyudutkan Andi Arief yang merupakan pendukung Paslon 02,” kata Hendarsam di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Lebih lanjut, Hendarsam mengatakan, Pramono Ubaid bukan penyidik pidana dan tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan dugaan dalam konteks pidana. Ia menilai, sebagai Komisoner KPU seharusnya Pramono profesional dan hanya menyampaikan pernyataan yang terkait tupoksi (tugas, pokok dan fungsi)-nya.

“Dalam konteks ini kami justru mengapresiasi sikap kepolisian yang tidak gegabah menyampaikan spekulasi atau dugaan sebelum adanya bukti-bukti yang relevan,” ujarnya.

Dalam pelaporannya, Hendarsam merujuk pada Pasal 8 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 jo Pasal 10 huruf d peraturan bersama KPU, Bawaslu dan DKPP nomor 13 Tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum yang mengatur penyelenggara pemilu untuk tidak mengeluarkan pendapat atau pernyataan yang bersifat partisan atas masalah atau isu yang sedang terjadi dalam proses pemilu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here