KAMMI: ‘Bocoran’ Debat Pilpres Coreng Demokrasi

Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto berbincang di sela acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, September 2018. Foto: Arrahmah News

Oleh: Suandri Ansah

KAMMI menilai pemilihan Presiden BEM lebih berkualitas dari Pilpres 2019

Indonesiainside.id, Jakarta — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengkritik ide Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal pemberian draft pertanyaan debat pasangan calon dan wakil presiden. KAMMI meniliai, ide ini bisa mencoreng wajah demokrasi.

“Peraturan ini membuat demokrasi kita semakin mundur ke belakang. Demokrasi yang sedang ingin kita bangun akan tercoreng dengan pemberian draft pertanyaan di acara debat ini,” ujar Ketua KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan persnya, Selasa (8/1).

Irfan membandingkan mekanisme debat pilpres tahun ini dengan debat mahasiswa saat pencalonan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa. Di tingkat kampus, katanya, visi-misi calon dikuliti tanpa “bocoran” pertanyaan.

“Ini sangat bagus karena, seorang pemimpin harus paham banyak hal akan apa yang akan dia lakukan, di situlah mereka diuji. Tapi jika pertanyaan diberitahukan terlebih dahulu maka ini sama saja seperti menghafal yang bisa jadi calon tersebut tidak tau apa yang ia katakan,” kata Irfan.

Karenanya, KAMMI meminta pemberian kisi-kisi pertanyaan dievaluasi. KAMMI menilai, kebijakan ini sangat bertentangan dengan logika publik yang menginginkan debat pilpres yang kaya dengan gagasan.

“Ini sangat menganggu logika kita sebagai masyarakat yang menyaksikan. Kita menginginkan pemimpin yang kaya dengan ide gagasan. Kalau pertanyaan diberitahukan terlebih dahulu, maka tidak perlu lagi acara debat lebih baik jawabannya dikirim pakai pesan pribadi saja” kata Irfan. (KBB)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here