Mardani: Program Literasi Harus Menjadi Visi Misi Capres-Cawapres

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Foto: Istimewa.

Oleh: Ahmad Z.R

Kebijakan meningkatkan literasi harus menjadi salah satu fokus Presiden Indonesia ke depan karena fenomena rendahnya minat baca buku dan tingginya aktivitas pengunaan gadget.

Indonesiainside.id, Jakarta – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendukung surat terbuka penulis buku Tere Liye tentang literasi dan minta hal tersebut dijadikan sebagai salah satu visi misi calon presiden-wakil presiden Pilpres 2019. Ia menggap masyarakat Indonesia krisis literasi.

“Fokus meningkatkan literasi bangsa Indonesia harus menjadi salah satu visi misi capres-cawapres. Saya berharap bisa mendengarkan visi misi itu saat debat kandidat yang diadakan KPU nanti,” kata Mardani.

Dalam surat terbuka yang di laman facebook tanggal 4 Januari 2019, Tere Liye menjelaskan enam level kemampuan membaca penduduk Indonesia yang ternyata hanya mentok di level 1. Tulis Tere Liye pula, Kita ‘hanya bisa membaca’, tapi tidak mampu memahami bacaan, tidak bisa membuat kesimpulan, tidak mampu mencari ide pokok tulisan, bahkan tidak bisa membedakan apakah tulisan yang dibacanya mengandung kebenaran atau hoax, dan sebagainya.

Merespon hal ini, Mardani menilai kebijakan meningkatkan minat baca level literasi harus menjadi salah satu fokus Presiden Indonesia ke depan karena fenomena rendahnya minat baca buku penduduk di indonesia dan tingginya aktivitas pengunaan gadget yang kurang lebih 9 jam per hari.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here