Komitmen Gubernur DKI Untuk Para Pekerja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) meninjau penggunaan Kartu Pekerja di Jakgrosir, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (31/12). Foto: Antara.

Oleh: Ahmad Z.R

Pemprov DKI targetkan 3 ribu kartu pekerja di Januari 2019. Untuk meringankan beban hidup di Ibukota.

Indonesiainside.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan UMP DKI Jakarta 2019 sebesar Rp 3.940.973,06. Besaran itu mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 yang mengatur kenaikan hanya sebesar 8,03 persen. Besaran versi Pemprov DKI lebih kecil dari yang diminta oleh unsur buruh, yaitu sebesar Rp 4.373.820,02.

Guna mengatasi gap antara UMP 2019 dengan yang diminta oleh buruh, Pemprov DKI menyediakan tiga subsidi untuk buruh di Jakarta yang bisa didapat dengan menggunakan Kartu Pekerja. Anies Baswedan meyakini dengan subsidi itu, buruh dapat memenuhi kebutuhan bulannya bahkan bisa berinvestasi dengan menabung.

Melalui Kartu Pekerja DKI itu, manfaat yang didapatkan ialah para buruh dapat mengakses bus Transjakarta secara gratis, mendapat subsidi pangan sebesar Rp196 ribu per bulan yang bisa didapatkan di toko JakGrosir dan anak-anak buruh akan diikutkan dalam program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Besarannya untuk SD Rp 250 ribu, SMP Rp 300 ribu, SMA Rp 420 ribu, dan SMK Rp 450 ribu.

“Kenapa (Kartu Pekerja) ini kami gagas? Supaya mereka bisa mengimbangi kenaikan biaya hidup. Karena biaya hidup naik, yang kita lakukan mengurangi biaya hidup dengan cara menanggung biaya transport, membantu biaya pendidikan dan membantu kebutuhan pokok,” kata Anies .

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here