Sandiaga: Biaya Pendidikan Selangit

Sandiaga Uno (kiri) saat berbicara dalam diskusi bertajuk "Dialog Pendidikan" di Jakarta, Rabu (09/01). Foto: Istimewa

Oleh Rengga Permana

Biaya pendidikan di Tanah Air yang sangat tinggi mengakibatkan jenjang pendidikan yang pendek, dan kualitas SDM Indonesia stagnan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyoroti biaya pendidikan di Tanah Air yang tinggi. Menurut Sandiaga, imbas dari biaya pendidikan tinggi salah satunya yakni banyak masyarakat yang jenjang pendidikannya tidak sesuai dengan usia. Misalnya, anak usia 9 tahun yang seharusnya sudah duduk di kelas 3 SD, namun masih duduk di kelas 1 SD.

“Salah satu PR (pekerjaan rumah) yang paling besar, ya di Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, itu APM (angka partisipasi murni)-nya masih rendah dibandingkan dengan kota metropolis lainnya,” ujar Sandiaga dalam diskusi bertajuk ‘Dialog Pendidikan’ di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (09/01).

Sandiaga juga mendengar keluhan dari para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-DKI. Mereka mengeluh soal kesejahteraan. Hal ini menjadi salah satu prioritas Sandi jika terpilih nanti.

“(Mereka) mengingkan bahwa gap yang ada sekarang antara guru-guru swasta dan guru-guru ASN (PNS) itu bisa diperkecil ke depan,” papar Sandiaga.

Sandiaga menilai kesejahteraan guru PAUD merupakan suatu hal yang penting. Sebab, sambung Sandiaga, upaya mencerdaskan sebagaimana dalam UUD 1945 harus dimulai sejak usia dini.

“Dan perhatian kita agar tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa ini betul-betul kita bisa realisasikan dan wujudkan tahun 2019 di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi,” ujar Sandiaga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here