Warganet Protes Lewat Tagar #SaveAniesBaswedan

Gubernur DKI Anies Baswedan tengah diperiksa Bawaslu. Foto: Istimewa.

Oleh: Suandri Ansah

Aksi acung jari yang diduga kampanye pernah dilakukan sejumlah pejabat negara dan gubernur pendukung Jokowi. Namun, perlakuan Bawaslu dianggap tidak adil

Indonesiainside.id, Jakarta — Hastag #SaveAniesBaswedan meramaikan lini masa media sosial, khususnya Twitter. Kicauan ini merespons pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Berdasar amatan Indonesiainside.id lewat situs trends24 pada Selasa (8/1) malam, #SaveAniesBaswedan menempati urutan lima besar sejak pukul 21.00 dan berakhir di terbanyak ketiga yang dicuitkan warganet di Indonesia hingga pukul 23.55 WIB.

“Sekarang kita makin tahu betapa sangat berpengaruhnya Tokoh seperti Anies Baswedan. Baru mengacungkan jari saja langsung (dengan alasan apapun) diproses @bawaslu_RI,” tulis pengacara Mahendradatta lewat akunnya @mahendradatta.

Wakil Ketua Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Sandi, Priyo Budi Santoso juga sempat mengetwit, “Anies Baswedan berani melawan sendirian. Namun tentunya kita tidak akan membiarkan Anies Sendirian,” tulis @PriyoBudiS.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menuliskan pembelaan senada. Lewat @saididu, ia berharap agar Bawaslu bisa bertindak adil “Berharap @bawaslu_RI tegakkan keadilan. Mhn maaf rakyat mulai gerah.”

Pada Senin (7/1) Anies mendatangi Gedung Bawaslu RI di Jakarta Pusat, Senin, untuk melakukan klarifikasi terkait acungan “dua jari” pada Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (17/12/2018).

Bawaslu mencecar Anies dengan 27 pertanyaan selama satu jam. Kemudian dilanjutkan dengan mengecek penulisan berita acara klarifikasi. Pertanyaan seputar kegiatan di Sentul International Convention Center. saat Anies memberikan sambutan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here