Bawaslu Putuskan Anies Tak Bersalah, Kasus Dihentikan

Gubernur DKI Anies Baswedan acungkan dua jari dalam rapat internal Gerindra. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Anies selaku gubernur dianggap tidak memenuhi unsur ketentuan pidana

Indonesiainside.id, Jakarta — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Jawa Barat memutuskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan tidak bersalah terkait pengacungan dua jari pada saat menghadiri acara Partai Gerindra di Sentul.

“Terhadap apa yang dilakukan ARB sebagai terlapor yang dianggap melakukan tindakan pidana pemilu sulit dibuktikan,” ujar Kordinator Divisi Penangnan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris saat konferensi pers di kantor Bawaslu Bogor, Jumat (11/1).

Bawaslu Kabupaten Bogor juga menyatakan bahwa dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Anies selaku gubernur dianggap tidak memenuhi unsur ketentuan pidana dan tidak dapat melanjutkan ke proses selanjutnya.

Berdasar hasil analisa, kajian, serta proses klarifikasi yang dilakukan Bawaslu Bogor pada tanggal 28 Desember 2018, Anies tak terbukti melakukan kampanye atas nama salah satu calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah menjelaskan, pada tanggal 20 Desember 2018 pihaknya menerima dua limpahan berkas pelaporan dugaan pelanggaran pemilu Anies Baswedan dari Bawaslu Jawa Barat.

Pembahasan pertama dilakukan di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) pada hari berikutnya, 21 Desember 2018. Pertemuan dihadiri unsur Bawaslu, Polres dan Kejaksaan Kabupaten Bogor.

Rapat itu menghasilkan kesimpulan bahwa kedua berkas laporan yang disampaikan telah memenuhi syarat formil maupun materil untuk proses berikutnya. Anies disangka dengan pasal 282 jo 547 Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here