Komisioner KPU : Politik Redaksi Terlihat dari Judul Berita

Komisioner KPU Hasyim Asyari (kiri). Foto: Ahmad Zuhdi.

Oleh: Ahmad Z.R.

Media ibarat pisau bermata dua. Jika tidak digunakan secara bijak, akan mendatangkan mudarat lebih besar.

Indonesiainside.id, Jakarta — Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, komunikasi merupakan unsur penting dalam melakukan interaksi sosial. Menurutnya, ada tiga unsur yang mempengaruhi komunikasi. Pertama, komunikan yang menyampaikan dan menerima informasi. Kedua, konteks pesan yang disampaikan. Ketiga, media sebagai alat saluran komunikasi.

Hasyim menjelaskan, media sebagai sarana dalam mendistribusikan arus informasi kepada masyarakat. Ia mengatakan, ketika media menerima fakta langsung dari lapangan dan disajikan dalam bentuk berita, maka judul pemberitaan akan menyampaikan arah politik pemberitaan secara implisit.

“Dari judul berita, politik redaksi dapat kelihatan. Nah, dari titik itu pers diklasifikasi menjadi tiga. Pers sebagai media, pers sebagai bisnis dan pers sebagai aktor,” ujarnya dalam sebuah diskusi di KPU, Kamis (10/1).

Ketika pers dijadikan sebagai bisnis, maka redaksi akan menentukan berita yang layak dan memiliki nilai jual. Rating, oplah dan viewers menjadi pertimbangan redaksi dalam menyajikan sebuah berita. “Sehebat dan seheboh apapun berita, tapi tidak ada nilai jualnya, maka jangan harap bisa muncul,” katanya.

Peran ketiga yaitu media sebagai aktor. Masing-masing media akan mengambil posisi atau keberpihakan dalam sebuah peristiwa yang dikenal dengan editorial atau tajuk rencana.

“Nah, belakangan ini muncul medsos (media sosial). Ini yang saya khawatirkan karena siapapun bisa menulis dan mempublikasikan sendiri namun sulit untuk melakukan pertanggungjawaban,” jelas dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here