Waktu Siang di Denpasar Lebih Lama, Fenomena Apa?

Oleh: Imam Rosidi/ Hari Santosa

Denpasar, Bali, mengalami fenomena Gerakan Semu Matahari. Fenomena ini masih normal namun waktu siang terasa lebih lama disertai suhu panas hingga 30 derajat celcius.

Indonesiainside.id, Denpasar — Sejak awal Januari 2019 hingga saat ini, waktu siang di Denpasar lebih lama dibanding hari-hari sebelumnya. Terjadi juga fenomena suhu panas beberapa waktu belakangan ini.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak memasuki Januari hingga Maret mendatang di Denpasar, matahari terbit pukul 06.20 dari sebelumnya pukul 06.05. Kemudian matahari terbenam pukul 18.40 hingga 18.50 dari biasanya pada pukul 18.00.

Berdasarkan data tersebut, waktu siang lebih lama sekitar 25 menit sampai 35 menit dari biasanya. Sedangkan suhu udara berkisar antara 28 hingga 30 derajat celcius dari suhu normal di kisaran 22-35 derajat celcius. Lalu fenomena apakah yang terjadi dengan perubahan tersebut?

Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Iman Fatchurochman, mengatakan fenomena ini masih normal dan tak perlu dikhawatirkan. Hal ini disebut dengan fenomena Gerakan Semu Matahari. Penyebabnya, posisi matahati saat ini berada di selatan equator atau garis khatulistiwa.

“Maka dampaknya adalah siang terasa lebih panjang dibandingkan malam hari. Maknya saat ini intensitas matahari lamanya lebih lama di Selatan,” katanya.

Dia menegaskan, hal ini merupakan fenomena normal tahunan. Dampak lainnya adalah cuaca akan lebih hangat dari biasanya.

“Saat musim jujan tekanan udara akan makin kecil, arah angin juga mulai musim Asia, yakni angin dari Utara ke Selatan,” jelasnya.

Pada fenomena ini, curah hujan lebih tinggi dan diprediksi puncaknya pada Februari mendatang. Kemudian, akan kembali normal pada bulan Maret. Hal tersebut karena intensitas derajat pemanasan karena paparan matahari lebih lama dan tinggi dibandingkan di utara.

“Maka angin akan bergerak dari monsoon Asia dari utara, yang akan membawa uap air. Jadi lebih basah karena di Utara sekarang sedang musim dingin,” katanya.

Untuk imbauannya sendiri, mengingat hujan sudah turun agar mempersiapkan diri untuk hal yang tak diinginkan seperti adanya bencana banjir bandang di Jembrana. Lalu, bencana longsor di Karangasem.

“Memang dengan musim penghujan kandungan air akn lebih banyak terus. Untik wilayah kota di Denpasar agar drainase dipersiapkan untuk menampung intesitas hujan yang semakin tinggi. Apalagi puncaknya di bulan Februari,” katanya.

Selain itu, dampak cuaca juga akan menyebabkan gelombang tinggi di perairan Bali yang mencapai 2 hingga 3 meter. Untuk wilayah Selatan juga agar lebih waspada karena angin lebih kencang.

“Buat nelayan dan yang bergerak di bidang bahari agar tetap waspada,” katanya. (Azh/INI-Network)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here