Berkarya: Tak perlu Menghujat Para Pemimpin Bangsa Terdahulu

Mbak Tutut menyapa para kader, caleg, dan simpatisan Partai Berkarya. Foto : Ahmad ZR

Oleh Ahmad Z.R

Sebab, bagaimanapun mereka telah berkorban untuk bangsa.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ajakan putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut kepada kader Partai Berkarya untuk jangan sedikitpun mencela Bung Karno dan keluarga mendapat respon positif dari seluruh kader Partai Berkarya. Salah satunya anggota Mahkamah Partai Berkarya Erwin Kallo.

Erwin menjelaskan, Mbak Tutut sebagai politisi yang mengedepankan adab dalam berpolitik, sudah selayaknya bersikap negarawan. Sebagaimana mendiang Soeharto meminta rakyat tidak menghujat Soekarno sewaktu ia memimpin Indonesia selama 32 tahun.

“Bahkan kita tak perlu menghujat para pemimpin bangsa terdahulu. Bagaimanapun beliau-beliau telah berkorban untuk bangsa,” ujarnya di Jakarta, Ahad (13/1).

Erwin menuturkan, salah satu falsafah Jawa yang dipegang oleh Soeharto adalah mikul dhuwur mendhem jero. Yakni meninggikan atau menonjolkan kelebihan serta kebaikan keluarga dan menutupi kekurangan atau keburukan keluarga. Namun peribahasa tersebut sebenarnya memiliki makna sangat dalam, yakni njunjung drajade wong tuwa (menjunjung tinggi derajat dan harkat martabat orang tua).

“Apalagi sebagai muslim, kita tidak boleh menjelek-jelakkan orang yang telah wafat,” ia mengingatkan. (TA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here