PP Muhammadiyah: Penyelesaian Kasus Novel Baswedan Jangan Digunakan untuk Kepentingan Politik

Novel Baswedan. Foto: Merdeka

Oleh: Ahmad Z.R.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ini adalah ujian integritas Polri. Apakah pembentukan tim gabungan itu sungguh-sungguh untuk menuntaskan kasus, atau hanya sekadar dagelan politik untuk kepentingan debat capres.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Hukum, HAM dan Advokasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin, memberi apresiasi atas pembentukan tim gabungan oleh Mabes Polri untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Prinsipnya, kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengapresiasi langkah Polri tersebut, meskipun sebetulnya sangat terlambat dan dipandang sinis oleh sebagian kalangan,” kata Razikin di Jakarta, Ahad (13/1).

Razikin menyebutkan, kasus Novel adalah ujian integritas Polri, apakah pembentukan tim gabungan itu sungguh-sungguh untuk menuntaskan kasus yang menimpa Novel atau hanya sekedar dagelan politik untuk kepentingan debat capres seperti penilaian sebagian kalangan.

“Karena itu, kami persilakan tim gabungan untuk bekerja secara maksimal, ini kesempatan yang sangat baik bagi Polri dan beberapa akademisi yang ada dalam tim gabungan untuk membuktikan keperpihakan pada kebenaran, yaitu dengan membongkar pelaku aktor di balik peristiwa yang menimpa Novel Baswedan,” ujar dia.

Seperti diketahui, kepolisian mengeluarkan surat tugas untuk membentuk tim khusus dalam rangka pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Surat tugas itu dikeluarkan pada 8 Januari 2019 dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here