DPR: Pemerintah Cina Tidak Boleh Menutupi Peristiwa Uighur

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menerima kunjungan delegasi Cina. Foto: Berita Moneter

Oleh: Ahmad Z.R. |

Pemerintah Cina diminta lebih terbuka menjelaskan masalah yang terjadi sebenarnya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima kunjungan delegasi Republik Rakyat Cina (RRC) yang dipimpin Duta Besar RRC untuk Indonesia, XIAO Qian di ruang kerjanya di Lantai 4 Gedung Nusantara III DPR RI, Senin (14/1).

Tujuan kunjungan delegasi Cina itu untuk menjelaskan beberapa isu yang belakangan ini berkembang, salah satunya tentang adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap etnis Uighur.

Usai pertemuan dengan delegasi RRC itu, Fahri mengatakan bahwa isu pelanggaran HAM ini universal sifatnya. “Karena merupakan komitmen dari konstitusi bangsa Indonesia, yakni tentang HAM, jadi, dimana pun ada persoalan HAM, Indonesia tidak bisa tinggal diam,” ujar Fahri.

Fahri menjelaskan, upaya DPR secara spesifik menyikapi isu HAM di Cina. DPR, katanya, secara umum mendengar dari pihak pemerintah Cina. Bahkan, ia juga akan mendengar dari masyarakat dan muslim Uighur-nya sendiri, apa pun yang terjadi harus dibuka.

“Dalam hal itulah, advokasi HAM tadi kita mengajak mereka juga supaya membuka. Kalau ada pelanggaran, maka akui itu sebagai pelanggaran, jangan ditutup-tutupi. Karena, negara tidak boleh lagi menghukum, menyiksa tanpa penjelasan yang benar. Dan mereka mau terbuka,” katanya.

“Kita sendiri sebagai parlemen, jadi kepikiran bahwa kalau mungkin ingin membawa tim DPR ke Provinsi Xinjiang itu untuk mengetahui isu-isu yang terjadi di kawasan itu,” imbuhnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here