Eggi Sudjana: Saya Pimpin People Power, Jika Pilpres Dicurangi

Politisi PAN Eggi Sudjana usai acara Forum Caleg Muslim di Gedung Dewan Da'wah, Jakarta, Senin (14/1). Foto: Ahmad Z.R/Indonesiainside.id

Oleh: Ahmad Z.R. |

Eggi merasa pengalaman saat sengketa hasil pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi tak memuaskan, semua bukti yang diajukan ditolak.

Indonesiainside.id, Jakarta — Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana menyerukan kepada rakyat Indonesia agar bergerak melawan kecurangan dengan cara turun ke jalan melakukan pengadilan jalanan jika kecurangan pemilihan presiden (pilpres) terjadi kembali pada tahun 2019.

“Jika kita sudah ikhtiar dan mereka (kubu lawan) memenangi pemilu dengan curang, saya menyarankan, belum tentu disetujui, kepada komunitas muslim untuk (melakukan aksi) people power. Nggak perlu gugat-gugat ke MK (Mahkamah Konstitusi),” ujar Eggi usai acara Forum Caleg Muslim di Gedung Dewan Da’wah, Jakarta, Senin (14/1).

Eggi menuturkan, pada 2014 silam ia mendampingi pasangan Prabowo-Hatta ke MK melakukan gugatan sengketa hasil pilpres karena diduga terjadi kecurangan dengan selisih 8 juta suara.

“Tahun 2014 saya lawyer-nya Prabowo. Di MK kita ikuti dengan baik, namun semua bukti ditolak. Nggak dibahas. Tiba-tiba dimenangkan saja Jokowi. Oleh karena itu, jika pemilu nanti curang dan (kubu Jokowi) curang, saya siap pimpin people power. Tapi kan harus disampaikan dulu. Yang mimpin tetap Habib Rizieq. Ini gagasan saya,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN Padi), Djoko Santoso menilai pemilu presiden tahun 2019 berpotensi curang. Satu di antara potensi kecurangan itu ialah hak memilih untuk mereka yang mengalami gangguan kejiwaan atau gila. ia mengatakan potensi tersebut pasti ada kalau situasinya seperti itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here