PBNU: Beda Politik Jangan Rusak Kemanusiaan

Warga memindahkan jasad dari kuburan di Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu (12/1). Foto: istimewa

Oleh: Suandri Ansah |

Karena berbeda pilihan politik, jenazah dibongkar dan dipindahkan. Pilihan politik telah mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan

Indonesiainside.id, Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan aksi pemindahan jenazah akibat beda pilihan politik di Gorontalo.

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faisal Zaini menilai tindakan itu bisa melukai rasa kemanusiaan dan tak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

“Pemindahan jenazah yang dilatarbelakangi oleh perbedaan pilihan politik tersebut mengoyak nurani,” katanya lewat pesan tertulis, Senin (14/1).

Hemly menjelaskan, praktik politik semestinya dipenuhi nilai-nilai luhur dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Secara fundamental, politik yang menebarkan kasih sayang kepada semua golongan.

Karena itulah, menurut Helmy, pemindahan jenazah merupakan tindakan yang menciderai rasa kemanusiaan. “Tidak bisa dibenarkan, pemindahan jenazah karena alasan politik sepenuhnya tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Peristiwa ini terjadi
di Dusun II, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Sabtu lalu (12/1). Dua kuburan dibongkar karena keluarga mendiang dan keluarga pemilik lahan pemakaman berbeda pilihan politiknya.

Makam yang dipindahkan adalah kuburan Masri Dunggio, sudah 26 tahun dimakamkan di sana; dan Siti Aisyah Hamsah, cucu Masri, yang dimakamkan setahun lalu. (Kbb)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here