Prabowo Kritik BUMN dan Kebijakan Impor

Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan "Indonesia Menang" di JCC, Jakarta, Senin malam (14/1). Foto: Rengga Permana/Indonesiainside

Oleh: Rengga Permana |

Ketika menyampaikan pidato kebangsaan, Prabowo melontarkan sejumlah kritik, di antaranya mengenai tata kelola BUMN dan kebijakan impor pangan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era sekarang terus merugi. Tata kelolanya berantakan dan harus meminjam sana-sini. “Sekarang dalam keadaan, kalau bisa dibilang, bangkrut,” kata Prabowo dalam pidato kebangsaan “Indonesia Menang” di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1) malam.

Ia mengawali kritiknya dengan membeberkan keuangan pemerintah yang semakin kritis. Menurut Prabowo, negara harus berutang untuk membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Lantas Prabowo menyoal kondisi keuangan Pertamina.

Saat ini, Prabowo melihat BUMN itu kembang kempis dalam pembiayaan. Padahal dulu Pertamina adalah salah satu penopang utama pembangunan Indonesia. Perusahaan minyak milik negara itu bahkan jadi rujukan negara lain yang ingin belajar.

“Tapi sekarang dalam keadaan sulit. PLN, Krakatau Steel sekarang juga utangnya mengerikan,” kata Prabowo. Ia menyebut jika ada BUMN untung, labanya tak seberapa.

Sebelumnya, Prabowo juga menyoal banyaknya impor dalam pidatonya itu. Impor bahan utama sumber pangan seperti beras, gula hingga garam, menjadi isu yang dikemukakan Prabowo. Ia menyebut, keluhan terkait hal ini didapatinya saat berkunjung ke titik-titik di Nusantara.

Prabowo yang mengenakan jas dan peci, berpidato berapi-api sekitar 40 menit di hadapan ribuan pendukungnya yang memberinya applause meriah. Sejumlah petinggi parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi tampak hadir, di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here