Prabowo Subianto: Tidak Boleh Ada Lagi Kriminalisasi Ulama

Prabowo Subianto berfoto bersama Susilo Bambang Yudhoyono dan Sandiaga Uno usai berpidato di JCC, Senin malam (14/1). Foto : Istimewa

Oleh: Ahmad Z.R |

Prabowo memastikan bahwa keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kewajiban pemimpin, terlebih kepada pemuka agama, terutama para ulama, yang sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Jaminan keamanan ini berlaku pula bagi pemuka agama di luar Islam.

Indonesiainside.id, Jakarta — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya secara berapi-api di hadapan belasan ribu pendukungnya tentang visi-misi ‘Indonesia Menang’ dan sejumlah program aksi bila terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan keadilan, hukum dan demokrasi dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Terutama kemerdekaan berserikat dan mengeluarkan pendapat serta kebebasan pers. Kita akan hentikan ancaman persekusi terhadap individu dan organisasi yang bisa saja berseberangan pendapat dengan pemerintah,” kata Prabowo disambut gegap gempita oleh ribuan masyarakat yang datang ke Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin malam (14/1).

Dalam pemerintahannya ke depan, Prabowo-Sandiaga akan menerima kritik sebagai upaya mengendalikan diri agar tidak salah jalan. Bagi dia, kritik adalah alat untuk mengamankan jalannya Republik Indonesia, bukan sebuah ancaman. “Karena, bagi kami pemerintah Indonesia harus melayani kepentingan rakyat. Tidak boleh pemerintah mengakal-akali rakyatnya sendiri,” ungkap Prabowo.

Prabowo memastikan bahwa keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kewajiban pemimpin, terlebih kepada pemuka agama, terutama para ulama. Hal ini menjadi sangat penting karena peran ulama sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Salah satunya adalah ‘Resolusi Jihad’ yang dikumandangkan para ulama dalam melawan penjajahan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here