Titiek Soeharto Kritik Kebijakan Impor

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Foto: INI-Network

Oleh: Agus Susilo |

Kesenjangan antara si miskin dan si kaya semakin menganga. Penyebabnya, banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat seperti kebijakan impor.

Indonesiainside.id, Semarang – Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menilai, sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah tidak tepat. Salah satunya adalah kebijakan impor beras, gula, garam, bawang, dan bebasnya impor buah-buahan.

Akibatnya, terjadi gap yang menganga antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan kesejahteraan terjadi karena banyak kebijakan pemerintah tidak memihak masyarakat.

“Itu merupakan contoh kebijakan yang tak pro rakyat. Jelas jadi catatan penting bagi jajaran Partai Berkarya,” kata Titiek saat memberikan pengarahan pada Bimbingan Teknis Pemenangan Pemilu 2019 bagi caleg DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi Jawa Tengah dan DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah di Hotel Harris Semarang, Senin (14/1).

Dia mengaku sering mendengar keluhan masyarakat saat turun menyerap aspirasi. Harga bahan pangan pokok yang tinggi, lapangan kerja yang sulit, merajalelanya peredaran narkoba hingga masuk desa. Hal itu menjadi persoalan yang sering kali muncul di masyarakat saat ini.

Maka, ia meminta pada kader dan caleg menjadi bagian dari solusi persoalan masyarakat. Meski Partai Berkarya merupakan partai baru namun telah memiliki pondasi. Yakni, inspirasi dari visi misi pembangunan yang telah dijalankan oleh Presiden kedua RI Soeharto.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here