Direktur Interzone Treatment Center: Narkoba Merupakan Strategi Perang Proksi

Direktur Interzone Treatment Center Ferdinand Rabbani saat melakukan sosialisasi pencegahan narkoba. Foto: Dok. Pribadi.

Oleh: Ahmad Z.R |

Narkoba dinilai jauh lebih berbahaya dari pada teroris sekalipun, karena merupakan sarana penaklukan sebuah negara melalui proxy war.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ahli Penanganan Narkoba Dr. Ferdinand Rabain setuju dengan pernyataan yang disampaikan putri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto. Titiek menyatakan banyak orang tua yang khawatir akan masa depan anak-anak mereka, karena peredaran narkoba yang merajalela hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Kita bisa bayangkan, satu gram saja sudah bisa membuat teler. Bagiamana dengan berton-ton narkoba yang masuk ke Indonesia? Kita semua was-was, karena peredaran narkoba ada di mana-mana, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa,” ujar Titiek Soeharto, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1).

Senada dengan Titiek, Ferdinand mengatakan berbagai persoalan yang kasat mata dan dapat disaksikan secara langsung ini, tak lain merupakan akibat dari akumulasi kebijakan yang salah arah dan tidak berpihak kepada rakyat.

“Karena itu, Ibu Titiek mengajak adanya perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Yakni, Indonesia yang mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta memiliki keberpihakan kepada rakyat,” ujar Ferdinand, kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Selasa (15/1).

Direktur Interzone Treatment Center ini mengingatkan, jika masyarakat Indonesia ingin berubah, maka perubahan itu akan terjadi. Menurut dia, masyarakat Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan aparat pemerintah saja untuk menyelesaikan permasalahan narkoba yang sudah kompleks.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here