Direktur Interzone Treatment Center: Narkoba Merupakan Strategi Perang Proksi

“Kita membutuhkan perubahan dan kita membutuhkan pemimpin nasional yang memiliki keberpihakan kepada rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut ya harus dimulai dari pemimpinnya. Pemimpin yang berpihak kepada rakyat tentu hasilnya buat kebaikan rakyat dan negara,” katanya.

Karena, jelas mantan Staf Ahli BNN ini, perubahan tidak dapat dihadirkan jika masyarakat hanya sebagai superfisial saja, misalnya parade, musik atau kegiatan yg bersifat seremoni pada saat perayaan hari anti narkoba, penyebaran spanduk dan poster-poster. Begitu juga dengan deklarasi-deklarasi atau MoU antara kelompok masyarakat, ormas, partai dengan instansi pemerintah.

“Kita harus berubah dengan benar-benar memberikan peran yang signifikan kepada masyarat untuk menuntaskan permasaalahan yang terjadi di ingkungan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Menurut Ferdinand, masalah narkoba jauh lebih berbahaya dari pada teroris sekalipun, yakni penaklukan sebuah negara melalui proxy war sebagai bentuk penghancuran bangsa tanpa harus mengirimkan tentara untuk berperang.

“Solusinya, kita harus membentuk penanganan narkoba berbasiskan masyakat. Kita bisa menghemat biaya besar penanganan narkoba dengan membentuk penanganan narkoba berbasis masjid bagi umat Islam, dan berbasiskan tempat ibadah mereka masing-masing bagi saudara saudara kita non-muslim. Dengan adanya penangan narkoba yang melibatkan masyarakat secara masif tentu hasilnya akan signifikan,” tandasnya. (TA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here