Hidayat Nur Wahid: Pidato Prabowo Tebarkan Optimisme

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (ketiga kiri) dalam diskusi 'Refleksi Malari, Ganti Nahkoda Negeri?' di Sekretariat Nasional Prabowo Sandi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/1). Foto: Ahmad Z.R.

Oleh: Ahmad Z.R. |

Perubahan Indonesia menuju negara yang adil dan makmur adalah sebuah keniscayaan.

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari ketergantungan pemerintah yang tinggi terhadap utang luar negeri. Padahal, APBN Indonesia setiap tahunnya hanya Rp 2.000 triliun. Sedangkan utang Indonesia secara keseluruhan hampir mencapai Rp 9.000 triliun.

Soal utang ini juga menjadi salah satu topik pidato kebangsaan yang disampaikan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di JCC, Jakarta, Senin malam (14/1).

Hidayat melihat pidato Prabowo bertajuk “Indonesia Menang” itu untuk menghadirkan optimisme, bukan pesimisme. “Indonesia akan menjadi negara kuat apabila tidak melulu utang dan dapat mensejahterakan rakyatnya. Itulah sebuah optimisme yang disampaikan calon presiden kita mendatang,” ujar Hidayat dalam diskusi di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Hidayat merasa tersanjung dengan Pidato Kebangsaan Prabowo Sandi malam tadi di JCC, Senayan, Jakarta. Ia menilai, ganti nakhoda negeri pada 17 April mendatang merupakan sebuah keharusan untuk menghadirkan kebaikan bagi bangsa Indonesia.

“Begitu luar biasa keinginan beliau (Prabowo) untuk memberikan kebaikan bangsa dan akan melanjutkan prestasi yang telah dibangun para pemimpin bangsa. Itulah visi pemimpin berdasarkan Pancasila, bukan malah menuduh orang tidak Pancasilais dan mengkotak-kotakkan,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here