Lokataru: Pembentukan Satgas Novel Untuk Kebutuhan Debat

Pegiat HAM Haris Azhar. Foto: Ahmad Z.R/Indonesiainside

Oleh: Ahmad Z.R |

Dua tahun lebih, pemerintah dengan berbagai elemennya tidak mampu menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM di bawah kepemimpinannya.

Indonesiainside.id, Jakarta — Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar menyebut pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Penyidik KPK Novel Baswedan hanya untuk menggugurkan kewajiban Presiden Jokowi ketika ditanya soal penegakan hukum dan HAM dalam debat Pilpres.

“(Satgas) Itu cuma untuk menyediakan jawaban presiden (Jokowi) saat debat saja. Karena aura publik akan melihat kasus Novel ini sebagai peristiwa penting dalam tema debat penegakan hukum besok (Kamis, 17 Januari). Memang sulit dihindari (untuk tidak terkesan politis),” ujar Haris usai menghadiri diskusi ‘Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi’ di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Senada, Wakil Ketua Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA) Hendarsam Marantoko mengatakan pembentukan Satgas Novel sebagai konsumsi politik saja menjelang debat perdana yang mengusung isu penegakan hukum, HAM dan korupsi.

“Jadi, kenapa tidak dari dulu-dulu? Padahal, suara Novel sampai serak menyuarakan agar Presiden berada di depan menuntaskan kasus ini. Mana komitmennya?,” tanya dia.

Bahkan Hendarsam mengatakan, kemampuan aparat kepolisian dan intelijen Indonesia melebihi kemampuan polisi di Amerika Serikat. Maka, menemukan pelaku penyerang Novel adalah sangat mudah jika aparat penegak hukum memiliki semangat penegakan hukum secara imparsial.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here