Titiek Soeharto: Narkoba Masih Jadi Momok di Indonesia

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Sti Hediati Haryadi. Foto cendananews.com

Oleh: Rengga Permana |

Penanggulangan serbuan dan peredaran narkoba terus dilakukan, namun tak kunjung tuntas diberantas.

Indonesiainside.id, Solo — Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) mengulas bahaya narkoba saat menghadiri Deklarasi PPP Asli mendukung Prabowo-Sandi, di Gedung Umat Islam, Kartopuran, Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1). Menurutnya, barang haram itu masih menjadi momok di Indonesia.

Sebab kenyataannya, saat ini pemerintah belum bisa menghalau masuknya narkoba ke Tanah Air. “Kita semua was-was, karena peredaran narkoba ada di mana-mana, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa,” ujar Titiek Soeharto seperti dikutip dari Cendananews.

Masih segar di ingatan, bagaimana dua kasus penyelundupan nakorkoba jenis sabu dengan total berat 2,6 ton di Batam berhasil digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Bea Cukai, Februari 2018.

Titiek menyebut hal itu sebagai gambaran besarnya barang haram yang masuk ke Tanah Air.

“Kita bisa bayangkan, satu gram saja sudah bisa membuat teler. Bagiamana dengan berton-ton narkoba yang masuk ke Indonesia?” ujarnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, ia menyebut kasus berton-ton narkoba itu tidak tuntas. Sebab, hingga saat ini kasus tersebut tidak diungkapkan kepada masyarakat secara pasti, siapa pemiliknya dan bagaimana kelanjutannya.

Tak ada yang tahu ke mana barang bukti berton-ton narkoba itu, dan tak pernah tahu siapa pemiliknya. “Berton-ton narkoba ini tentunya akan membinasakan generasi kita ke depan. Ini bisa dikatakan pembunuhan massal,” imbuh Titiek.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here