Anies: Jangan Berpikir Politis Setiap Ada Penggantian Birokrasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Istimewa

Oleh: Arif S |

Sebelum keputusan rotasi besar-besaran dijalankan, Anies merasa telah melakukan berbagai proses pertimbangan. 

Indonesiainside.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menepis tudingan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi (FPDIP). Anies berpendapat, rotasi besar-besaran di Pemprov DKI Jakarta tak mengandung muatan politis.

“Kalau politisi mengganti orang di partai, karena ada afiliasi politis. Biasanya mereka mengganti orang itu karena ada kepentingan politis sehingga saat melihat rotasi atau mutasi jabatan, berpikirnya jadi politis. Hendaknya jangan mengikuti cara berpikir politis dalam setiap penggantian aparat birokrasi,” papar Anies di Jakarta, Jumat (8/3).

Ia tak keberatan atas rencana DPRD Jakarta untuk membentuk panitia khusus guna menyelidiki dugaan jual-beli jabatan di Pemrpov DKI. Menurut dia, rencana pembentukan pansus itu sepenuhnya merupakan kewenangan DPRD.

“Kami menghargai DPRD menjalankan proses tersebut. Kami pun mengikuti proses tata kelola pemerintahan yang benar,” tuturnya.

Rotasi yang dilakukan, jelas Anies, merupakan hal wajar. Sebelum keputusan rotasi besar-besaran dijalankan, Anies merasa telah melakukan berbagai proses pertimbangan.

Menurut Anies, sampai sekarang belum ada pengaduan terkait dengan rotasi tersebut. Itu sebabnya, dia berpendapat, suara miring yang menanggapi rotasi jabatan ini hanya sebatas tuduhan belaka/\.

Memang Anies mengakui ada yang mengeluh soal jabatan yang baru diemban beberapa aparat Pemprov DKI. Namun itu lebih pada keluhan soal posisi atau tugas yang harus dijalankan. Ini dianggapnya sebagai hal yang wajar. Akan tetapi, keluhan soal materi sampai sekarang belum ada laporan sama sekali. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here