Masyarakat Jakarta Siap Kawal Langkah Anies Lepas Saham Bir

Kaum emak-emak menyuarakan aspirasi mereka mendukung Gubernur Anies Baswedan untuk melepas saham Pemda DKI dari PT Delta Djakarta, Jumat (8/3). (Foto: Ahmad ZR)

Oleh: Ahmad ZR |

Gubernur Anies Baswedan berkeinginan melepas saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta, namun mendapatkan penolakan keras dari sejumlah oknum di DPRD DKI.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ratusan warga dari unsur umat Islam mendatangi area Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, tadi siang. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar melepas saham pabrik bir terbesar yaitu PT Delta Djakarta Tbk.

Di antara massa yang hadir terdiri atas komunitas Jawara Betawi, Front Pembela Islam (FPI), dan unsur lainnya. Bahkan, kaum emak-emak pun turut menyuarakan aspirasi mereka mendukung Gubernur Anies untuk mencabut saham Pemda DKI dari PT Delta Djakarta.

“Kami siap membela gubernur kami yang adil dan amanah. Kami kawal (Anies) kemana pun selama langkahnya benar,” kata salah satu perwakilan emak-emak dari atas mobil komando aksi.

Tak lupa, perempuan itu pun mendoakan agar pihak-pihak yang menolak pelepasan saham Pemda DKI di PT Delta Djakarta, diberi hidayah oleh Allah SWT. “Anggota DPRD yang tidak setuju saham bir DKI dijual, kami doakan agar berubah pikiran, karena hari ini adalah Hari Jumat. Semoga berkah dan dikabulkan,” ucapnya.

Sementara, salah satu jawara dari daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, berjanji akan terus mengawal langkah Anies dan akan berhadapan dengan siapa pun yang menghambat gerakan amar makruf nahi mungkar. “Hey perwakilan DPRD, anak Tenabang akan bela Bang Anies sampai tetes darah penghabisan. Pasukannya Edi (Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi) keluarin semuanya kalau tetap mau pertahanin saham bir,” kata dia.

Dia menuturkan, bir dan minuman beralkohol lainnya adalah sumber dari segala kejahatan. Sebut saja perkelahian, perkosaan, perjudian, pencurian, pembunuhan, dan berbagai tindakan kriminal lainnya. “Kalau memang itu minuman dihalalin, maka akan timbul keributan dimana-mana. Timbul permanisme. Timbul kejahatan-kejahatan yang dapat merugikan orang banyak. Apakah mau Jakarta demikian? Sadar Pak. Ini negeri bukan punya lu. Tapi punya kita semua. Punya NKRI,” ujar sang jawara dengan nada kesal.

“Saya minta semuanya, mulai dari aparat sampai DPRD ingat sejarah, ingat nenek moyang, lihat pejuang-pejuang lain yang mempertahankan Indonesia. Mereka berjuang sampai tetes darah penghabisan agar Bangsa Indonesia tetap utuh, tidak terpecah belah dan tidak menerima budaya yang bertengangan,” ucapnya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here