Baznas Minta Polisi Pahami Fungsi Kemanusiaan

Kondisi mobil milik Dompet Dhuafa yang diduga dirusak oleh oknum aparat saat kerusuhan pascademonstrasi 22 Mei di Jakarta. (Foto: Dok. Dompet Dhuafa)

Oleh: Azhar A Pawennay

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meminta aparat kepolisian agar bisa memahami fungsi dan peran kemanusiaan menyusul aksi kekerasan yang menimpa petugas kesehatan LAZ Dompet Dhuafa pada aksi 22 Mei. Dalam aksi tersebut, sangat disayangkan terjadi tindakan kekerasan aparat.

“Saya meminta semua pihak termasuk aparat kepolisian memahami fungsi kemanusiaan dari lembaga-lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti Dompet Dhuafa,” kata Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta di Jakarta, Kamis (23/5).

Dalam aksi tersebut, petugas kesehatan LAZ Dompet Dhuafa mengalami tindakan kekerasan dari aparat kepolisian di sekitar Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis dini hari. Kaca mobil Dompet Dhuafa juga dirusak dan sejumlah aktivis kemanusiaan terluka sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Arifin, LAZ dalam menjalankan tugasnya menyalurkan bantuan zakat, infak dan sedekah memiliki berbagai pendekatan, di antaranya pendekatan program kemanusiaan. Oleh sebab itu, LAZ seringkali terlihat di wilayah bencana, termasuk konflik sosial.

“Selalu saja ada kelompok rentan yang harus mendapat pertolongan sehingga memerlukan bantuan,” katanya.

Arifin meminta semua pihak memandang kegiatan kemanusiaan oleh LAZ untuk tidak diartikan menjadi bagian dari aksi demonstrasi. Dia mengatakan aksi kemanusiaan memang diperlukan apalagi jika diperkirakan akan ada korban.

“Saya juga berharap LAZ terus berada dalam perjuangan kemanusiaan di berbagai momentum bencana dan krisis sosial dengan terus menjaga profesionalisme dalam setiap aksi kemanusiaan dan memegang teguh prinsip netralitas dan imparsialitas,” kata dia.

Menurut dia, kegiatan kemanusiaan oleh LAZ dilindungi oleh undang-undang, bahkan dalam kondisi perang, konvensi internasional menghormati kerja tim kemanusiaan dan wartawan.

Arifin mengatakan Baznas bersimpati kepada korban dari LAZ dan berharap kejadian ini tidak terulang kembali dalam aksi-aksi kemanusiaan.

“Saya berpesan agar hati-hati dalam memilih posisi dan lokasi bertugas sehingga tidak terkena efek langsung dari konflik atau lokasi krisis. Tidak berada pada titik krisis juga adalah standar mininum tenaga kemanusiaan,” katanya.

Arifin menyambut baik inisiatif dialog antara aparat dan tenaga kemanusiaan untuk memperlancar tugas-tugas kemanusiaan selanjutnya.

“Melalui dialog ini diharapkan dapat mencapai titik temu dan pemahaman mengenai program-program kemanusiaan yang diemban LAZ,” katanya. (Aza/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here