Polwan Radikal Ditangkap di Juanda

Polwan Bripda Nesti Ode Samili. Foto: Istimewa

Oleh: H. Mohammad

Indonesiainside.id, Surabaya –Seorang perempuan bernama Nesti Ode Samili, ditangkap di bandara Juanda, Surabaya, Ahad (26/5) siang. Nesti berangkat ke Surabaya dengan identitas palsu atas nama Arfila M. Said, pekerjaan swasta dan beralamat di Waringi, Kecamatan Odi Utara, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara.

Ternyata, Nesti adalah seorang anggota Polwan berpangkat bintara dan bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (ditreskrimum) Polda Maluku Utara. Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. “Ke Surabaya mengaku akan belanja,” kata Frans. Nesti, masih kata Frans, juga mengaku punya saudara yang tinggal di Porong, Jawa Timur.

Menurut Frans, Nesti ditangkap atas informasi dari pihak Polda Malut. Ditangkap atas dugaan menjadi bagian dari anggota kelompok yang terindikasi radikal. Saat ini Nesti diamankan di Polda Jatim dan selanjutnya akan diproses oleh Polda Malut.

Jika tuduhan polisi benar bahwa nesti adalah anggota kelompok radikal, hal itu tidak bisa dianggap remeh. Kelompok radikal sudah menyusup ke jantung pertahanan: Polri. Padahal, selama ini, Polri, khususnya Densus 88 dikenal sebagai institusi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas aksi-aksi kelompok radikal. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here