KontraS Dorong Presiden Bentuk TGPF

- Advertisement -

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Deputi Koordinator KontraS Feri Kusuma menilai Polri tampak memprioritaskan penanganan kasus terhadap tersangka yang akan melakukan dugaan percobaan pembunuhan terhadap empat pejabat publik. Di lain, sembilan warga negara orang meninggal dalam kerusuhan Aksi 22 Mei sama pentingnya segera diusut.

Dalam kasus itu juga ada ratusan orang yang ditangkap. Semua itu butuh kejelasan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah publik.

- Advertisement -

“Kalau memang ada indikasi pelanggaran, maka harus diproses hukum. Tidak boleh ada impunitas terhadap siapa pun baik yang di dalam maupun di luar pemerintah,” kata Feri di kantor KontraS, Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Maka itu, guna menemukan kronologi peristiwa ini terjadi secara terencana, sistematis dan meluas, KontraS mendorong presiden membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menemukan aktor pelanggaran HAM yang berat. Hal ini juga untuk memastikan pemenuhan hak asasi manusia terhadap warga yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

“Presiden Jokowi jangan lagi dilihat sebagai 01, sebagai kepala negara harus bertanggungjawab untuk menyelesaikan dan menemukan aktor-aktor yang bertanggungjawab,” kata Feri.

Ini menjadi indikator penting untuk mengukur sejauhmana pemerintahan Jokowi mengedepankan penegakan supremasi hukum dan hak asasi manusia. Nantinya, presiden dapat menggandeng Lembaga negara, seperti Komnas HAM, Ombudsman RI, LPSK, Komnas Perempuan, dan KPAI agar lebih proaktif berperan dan menjalankan tanggungjawabnya terhadap penanganan peristiwa ini.

“Kami pengalaman saat tahun 1998 dan kasus Munir tahun 2005, setelah dibentuk TGPF oleh presiden, masyarakat mengetahui siapa aktor di balik persitiwa tersebut,” ujarnya.

Feri menilai penjelasan Polri terkait upaya pembunuhan terhadap empat pejabat publik tersebut juga tidak menjawab pertanyaan masyarakat. Polri tidak menjelaskan apa motif dan tujuan para terduga menargetkan empat pejabat publik tersebut.

“Polri juga harus dapat memastikan siapa aktor dibalik itu, apakah state atau non state. Inilah ujian bagi kepolisian dan pemerintahan saat ini untuk menyelesaikan kasus 21-22 secara transparan,” katanya.

KontraS juga mengingatkan kembali purnawirawan yang berada dibalik kedua belah calon untuk dapat menyejukkan tensi politik yang sedang tinggi. Menurut dia, keterlibatan purnawirawan di balik kedua belah calon tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Keberadaan mereka turut andil dalam memberikan keputusan pada kebijakan kampanye masing masing calon presiden,” ujarnya. (Aza)

Berita terkini

Nasihat untuk Para Wartawan Muslim

Seorang wartawan bertanya kepada ustadz tentang hukum profesi yang digelutinya. Bolehkah bekerja menjadi wartawan dalam Islam? Demikian inti pertanyaannya yang ditujukan kepada Ustadz Ammi Nur...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Gubernur Gorontalo Larang Warga Tinggal di Rumah akibat Banjir Bandang

Indonesiainside.id, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melarang warganya tinggal di rumah akibat banjir bandang yang melanda pada Jumat malam (3/7). “Sekarang yang kita lakukan...

12 Calon Pengantin di Nunukan Terdeteksi Positif Narkoba

Indonesiainside.id, Nunukan - Sebanyak 12 calon pengantin terdeteksi positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sepanjang...

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...

Berita terkait

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Penumpang Garuda Indonesia Meninggal dalam Penerbangan Setelah Sesak Napas

Indonesiainside.id, Jakarta - Garuda Indonesia memberikan penjelasan tentang seorang penumpangnya yang meninggal pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi - Batam - Merauke...

Ormas Lintas Agama Serukan Tolak RUU HIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu...

Update Covid-19: Bertambah 1.301 Kasus, Pasien Meninggal 3.036 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan kasus orang positif Covid-19 sedang berada di angka tinggi-tingginya. Hingga hari ini kasus Covid-19 masih di atas 1.000 kasus. Juru...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here