KontraS: Polri Terlalu Cepat Sebut Massa Aksi 21-22 Mei sebagai Perusuh

- Advertisement -

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Deputi Koordinator KontraS Feri Kusuma menyayangkan pernyataan Polri yang menyebutkan sembilan korban tewas sebagai orang-orang yang diduga perusuh. Pasalnya, Polri tidak menjelaskan lebih detail peran dan keterlibatan mereka sebagai perusuh, pelaku penembakan, penyebab kematian dan hasil rekontruksi TKP, uji balistik dan bukti-bukti lain.

“Tanpa penjelasan tersebut, maka, kesimpulan tersebut bisa memunculkan asumsi di publik terkait dengan pelaku penembakan. Terlalu cepat menyimpulkan massa aksi sebagai perusuh,” kata Feri di kantor KontraS, Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

- Advertisement -

Selain itu, dalam jumpa pers di Kemenkopolhukam, kemarin (11/6) Polri menyebutkan bahwa personel aparat kepolisian tidak meggunakan peluru tajam. Sementara, dalam peristiwa terdapat delapan orang tewas karena tertembak (ditembak).

Bahkan di antaranya, terdapat tiga orang korban tewas yang masih anak dibawah umur; Reyhan (16 tahun), Widianto Rizki Ramadan (17 tahun), Harun (15 tahun). Temuan lain, Adam Nurian (19 tahun) salah seorang korban tewas terkena ternbakan dalam perjalanan pulang setelah menolong seseorang yang terjatuh.

“Polri tidak menjelaskan terkait proyektil yang ditemukan di tubuh korban dan TKP serta lokasi arah tembakan yang mengakibatkan korban tewas dan luka,” kata dia.

Menurutnya, korban dalam peristiwa ini seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut lebih dalam aktor-aktor yang terlibat dan bertanggung jawab. KontraS menilai, rilis Polri atas peristiwa kerusuhan 21 22 Mei tersebut semakin membuat bias informasi yang dapat memperuncing polarisasi dan dikotomi yang membelah masyarakat dalam kedua kubu pendukung 01 dan 02.

“Selain itu, proses penegakan hukum ini juga terlihat timpang,” katanya.

Feri menyatakan, penyampaian oleh Polri seharusnya menunjukkan independensi dan akuntabilitas sehingga tidak memunculkan bias informasi. Aparat kepolisian juga harus terbuka terkait pelanggaran hukum dan hak asasi manusia atau oleh siapa pun yang diduga ikut bertanggungjawab baik karena tindakan langsung maupun akibat dari pembiaran.

“Tidak boleh ada impunitas dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Feri menjelaskan, KontraS menemukan informasi bahwa ada peserta aksi yang menjadi korban salah tangkap, mengalami kekerasan. Polri juga mengafirmasi bahwa video tersebut benar menunjukan perlakuan anggota polisi terhadap seorang peserta aksi.

“Namun sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut,” katanya. (Aza)

Berita terkini

Nasihat untuk Para Wartawan Muslim

Seorang wartawan bertanya kepada ustadz tentang hukum profesi yang digelutinya. Bolehkah bekerja menjadi wartawan dalam Islam? Demikian inti pertanyaannya yang ditujukan kepada Ustadz Ammi Nur...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Gubernur Gorontalo Larang Warga Tinggal di Rumah akibat Banjir Bandang

Indonesiainside.id, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melarang warganya tinggal di rumah akibat banjir bandang yang melanda pada Jumat malam (3/7). “Sekarang yang kita lakukan...

12 Calon Pengantin di Nunukan Terdeteksi Positif Narkoba

Indonesiainside.id, Nunukan - Sebanyak 12 calon pengantin terdeteksi positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sepanjang...

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...

Berita terkait

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Penumpang Garuda Indonesia Meninggal dalam Penerbangan Setelah Sesak Napas

Indonesiainside.id, Jakarta - Garuda Indonesia memberikan penjelasan tentang seorang penumpangnya yang meninggal pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi - Batam - Merauke...

Ormas Lintas Agama Serukan Tolak RUU HIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu...

Update Covid-19: Bertambah 1.301 Kasus, Pasien Meninggal 3.036 Orang

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan kasus orang positif Covid-19 sedang berada di angka tinggi-tingginya. Hingga hari ini kasus Covid-19 masih di atas 1.000 kasus. Juru...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here