Ribuan Honorer Jadi Beban APBD, Pemutusan Kontrak Menanti

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Foto: Istimewa

Oleh: Daniel P |

Indonesiainside.id, Medan – Ribuan pegawai honorer jadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Dalam waktu dekat, akan banyak honorer yang diputus kontrak. Kebijakan ini diambil dengan alasan untuk efisiensi anggaran dan kerja.

Rencana ini disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam beberapa kesempatan. Terakhir, Senin dan Selasa kemarin, dia mengatakan akan ada pemutusan hubungan kerja besar-besaran terhadap tenaga honorer karena membebani APBD.

Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Sumut, Fitriyus, ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, saat ini Pemprov Sumut tengah melakukan evaluasi terkait kinerja para pegawai honorer itu. “Evaluasi sedang berlangsung,” katanya, Rabu (12/6).

Ada sekitar 4.800 tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemprov Sumut. Dengan gaji sesuai UMP, Pemprov Sumut setidaknya harus mengeluarkan biaya dari APBD kurang lebih sebesar Rp12 miliar tiap bulan untuk membayar gaji pegawai honor tersebut.

Menurut dia, untuk efisiensi anggaran, pemutusan kontrak akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang. Pegawai yang tak produktif akan dipecat. Selain itu, pegawai honorer yang pekerjaannya tumpang tindih dengan ASN juga akan dipecat.

Sementara, tenaga profesional lainnya seperti guru dan tenaga medis akan tetap dipertahankan. Ke depan, Pemprov juga akan lebih selektif merekrut tenaga honorer agar pekerjaan mereka lebih efektif.

“Seperti kata Gubernur kemarin, ada beberapa pekerjaan yang memang belum bisa dikerjakan oleh ASN seperti di bilang IT, musik atau lainnya. Nah, dari sini akan kami cari tenaga honorer,” ungkapnya.

Efisiensi anggaran yang berujung pemecatan ini dilakukan Pemprov Sumut agar pembangunan berjalan lebih efektif dan efisien. Sisa anggaran dari efisiensi ini lebih baik digunakan untuk pembangunan di sektor lain, salah satunya infrastruktur.

“Jadi anggarannya lebih tepat sasaran,” jelasnya. (Aza/Far/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here