KontraS: Penerapan Diskresi Polri Harus Dievaluasi

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritisi kekeliruan Polri dalam menafsirkan makna diskresi. Koordinator KontraS, Yati Andriani mengatakan, selama ini kewenangan diskresi yang dimiliki Polri seolah-olah membenarkan tindakan yang dilakukan anggotanya dapat didasarkan pada penilaian sendiri.

“Penekanan untuk tujuan kepentingan umum juga disebutkan bahwa tindakan pencegahan tetap harus diutamakan,” kata Yati di Jakarta, Senin (1/7).

Dia menjelaskan, persoalan diskresi tidak hanya berkaitan dengan proses penyelidikan dan penyidikan sebagaimana yang termaktub dalam KUHAP, tapi juga dalam tingkah laku aparat kepolisian di lapangan dengan pertimbangan moral, hukum, dan subjektivitas dalam menghadapi sebuah peristiwa. Mengenai kewenangan tersebut, Yati menduga praktik yang terjadi di lapangan sering kali tidak terukur dan sewenang-wenang, bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Ironisnya tindakan pidana tersebut, tidak disertai dengan sanksi pidana terhadap pelaku jika dari anggota kepolisian, tapi hanya dihukum melalui mekanisme etik semata, seperti anggota kepolisian yang melilitkan ular pada tersangka pencurian saat proses interogasi,” ujarnya.

KontraS menemukan fakta bahwa institusi kepolisian masih menduduki peringkat pertama dalam daftar institusi yang kerap melakukan praktik penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya. Pada periode Juni 2018 hingga Mei 2019, angka penyiksaan di institusi Polri tercatat sebanyak 57 kasus.

“Sejumlah 49 kasus bermotif untuk mendapatkan pengakuan dari korban. Temuan lainnya dalam periode 2018 2019 ini menunjukkan bahwa terdapat setidaknya sebanyak 51 peristiwa salah tangkap,” ungkap Yati.

Selain itu, KontraS juga menemukan tindakan penyiksaan dengan menggunakan binatang sebagai instrumennya. Itu ditemukan pada penanganan kasus dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Hiron Hiluka, warga Kampung lbele, Papua.

Kejadian bermula pada 4 Februari 2019, ketika anggota Polres Jayawijaya menangkap seseorang yang diduga menjambret ponsel dan terangkap tangan oleh warga di Wamena, Jayawijaya, Papua. Pada saat hendak melakukan proses interogasi terhadap pelaku, polisi yang bertugas mengeluarkan seekor ular, kemudian melilitkannya di tubuh pelaku dengan maksud mendapatkan pengakuan dari yang bersangkutan atas perbuatan pidana yang dilakukannya.

“Selain itu, dalam melakukan proses interogasi tersebut, pihak kepolisian juga dengan sengaja merekamnya,” ujar Yati.

KontraS masih menemukan bahwa anggota Polri masih kerap meggunakan praktik penyiksaan untuk menggali informasi atau sebagai bentuk penghukuman terhadap tersangka/pelaku kriminal. Tindakan semacam itu banyak terjadi pada tingkatan kepolisian resor (polres) dan kepolisian sektor (polsek) di wilayah Indonesia.

“Masih tingginya angka penyiksaan oleh anggota Polri menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak menjadikan peristiwa-peristiwa penyiksaan yang dilakukan anggotanya sebagai upaya untuk mengevaluasi dan mengoreksi kerja-kerja Polri di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, praktik penyiksaan yang terjadi tampaknya sudah menjadi pola atau kebiasaan di tingkatan kepolisian. Praktik itu muncul antara lain karena gagalnya polisi dalam mendalami informasi terkait sebuah peristiwa, kultur kekerasan yang tinggi, dan tiadanya sanksi/hukuman yang membuat jera. Semua fakta tersebut di atas menjadi catatan KontraS pada peringatan Hari Ulang Tahun Polri yang ke-73. (AIJ)

Berita terkait

Apresiasi Kinerja, Kapolda Jateng Berikan Penghargaan ke Personel Polri dan Masyarakat

Indonesiainside.id, Semarang - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, memberikan penghargaan kepada 34 personil Polri dan dua warga sipil dalam kesempatan Apel Pagi...

Berkelakuan Baik, Rajin, Bisa Bahasa Inggris dan Prancis, Polwan Aceh Ini Dikirim ke Afrika Tengah

Indonesiainside.id, Banda Aceh - Polisi wanita (polwan) Briptu Yuni Lestari, personel Polresta Banda Aceh akan bertolak ke Afrika Tengah untuk mengemban amanah sebagai pasukan...

Kronologis Penangkapan Jaringan Narkotika Internasional, Modus Impor Kurma

Indonesiainside.id, Jakarta - Kabareskrim Komjen Listyo Sigit menjelaskan, terungkapnya kasus penangkapan jaringan narkoba internasional Iran-Timur Tengah di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat dengan...

Modus Impor Kurma, Polri Amankan 1,2 Ton Narkotika

Indonesiainside.id, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) memusnahkan 1,2 ton narkotika jenis sabu dan 35.000 ekstasi serta 410 ganja dari...

Firli Bahuri: Hari Bhayangkara Harus Diisi Aksi Pemberantasan Korupsi

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyampaikan selamat Hari Bhayangkara. Hari bersejarah tepatnya 74 tahun lalu, Presiden Soekarno mengeluarkan Peraturan...

HUT Bhayangkara, Imparsial: Jangan Cuma Seremoni tapi Momentum Evaluasi

Indonesiainside.id, Jakarta - Wakil Direktur Imparsial, Ghufron Mabruri, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-74 seharusnya tidak hanya dirayakan secara seremonial setiap tahun, tapi juga...

Ketua MPR: Pendekatan Humanis Angkat Kepercayaan Publik terhadap Polri

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebutkan bahwa pendekatan Polri yang humanis dan mengedepankan persuasif akan terus mengangkat kepercayaan publik. Hal itu sudah terlihat...

Setahun Era Jokowi, Polisi Lakukan 921 Kekerasan dan Pelanggaran HAM

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontaS) memiliki catatan hitam Polri sepanjang Juli 2019 hingga Juni 2020. Dalam periode...

Berita terkini

Langgar Protokol Kesehatan, Tim Ferrari Kena Peringatan FIA

Indonesiainside.id, Jakarta--Federasi Otomatif Internasional (FIA) memperingatkan Ferrari karena kedapatan melanggar protokol Covid-19 pasca-Grand Prix Australia, akhir pekan lalu. Pebalap Ferrari Charles Leclerc dan Sebastian Vettel...
ads3 mekarsari

China Peringatkan Munculnya Wabah Pneumonia Misterius yang Lebih Mematikan dari Virus Corona di Kazakhstan

Indonesiainside,id, Beijing – Kedutaan besar China di Kazakhstan memperingatkan munculnya pneumonia misterius yang mematikan, setelah negara pecahan Uni Soviet itu melaporkan lonjakan kasus pneumonia...

Kapten Liverpool Bakal Absen Hingga Musim 2020/ 2021 Berakhir

Indonesiainside.id, London--Liverpool tidak akan diperkuat sang kapten Jordan Henderson hingga musim 2019/ 2020 berakhir. Manajer Juergen Klopp mengkonfirmasi Henderson bakal absen di sisa musim...

Covid-19 Memang Berpotensi Menyebar Lewat Udara

Indonesiainside.id, Jakarta – Gugus Tugas Covid-19 menekankan bahwa virus Covid-19 menyebar melalui percikan liur (droplet). Mediumnya bisa beragam, bisa dengan kontak langsung antar orang...

Berita utama

Pembobol Data Pelanggan Telkomsel Ditangkap, Polisi: Pelaku Tidak Suka Postingan Denny Siregar

Indonesiainside.id, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bekerja cepat untuk menangkap pelaku ilegal akses data pelanggan Telkomsel. Pelaku mengaku membobol data...

Bertindak Fasis, India Berangus Media di Kashmir, Berlakukan Kebijakan Baru yang Bisa Mengontrol Konten Berita

Indonesiainside.id, New Delhi – Kebijakan baru terkait media di Kashmir, dianggap dapat sepenuhnya menghapus jurnalisme dari wilayah tersebut. Sebuah langkah yang oleh para analis...

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Covid-19 Masih Melonjak, Hari Ini Ada 1.611 Kasus Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 terus melonjak dengan kenaikan signifikan. Per hari ini, masih di atas 1.000 kasus. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here