DPR: Listrik Padam Rugikan Masyarakat

Plt Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan pimpinan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019). Sripeni memenuhi panggilan Komisi VII DPR terkait pembahasan tindak lanjut penanganan listrik padam massal yang terjadi pada hari Minggu (4/8/2019) lalu. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, menilai masyarakat yang paling dirugikan akibat listrik padam massal di wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat pada Ahad (4/8) hingga Senin (5/8). Menurut dia, dampak pemadaman tersebut sangat luar biasa jika dilihat dari segi wakru dan daerah yang terdampak.

Kurtubi menyampaikan, beredar luas di tengah masyarakat penyebab utama listrik padam massal adalah sistem transmisi sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) di Ungaran yang tidak berfungsi. Maka itu, dia mendorong untuk dilakukan investigasi independen.

“Kita mengharapkan menguak secara jujur dan fair apa penyebab sebenarnya, sehingga kita bisa mengambil kesimpulan dan pelajaran dari kejadian ini,” kata Kurtubi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/8).

Pokitikus NasDem itu menilai keberadaan listrik di sebuah negara sangat penting. Di Indonesia, listrik padam 12 jam saja telah menyebabkan kerugian dan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

“Contohnya pada operasional MRT. Bagaimana kalau kita sudah punya MRT dan LRT yang beroperasi ke segala arah, ataupun bagaimana kalau semua kendaraan listrik sudah beroperasi di Indonesia,” ujarnya.

Dia juga menyoroti 30 pembangkit listrik yang tersebar di Pulau Jawa. Dia mempertanyakan manajemen PLN terkait hal tersebut, bagaimana mengatur jumlah yang lebih banyak lagi jika 30 pembangkit saja sistem transmisinya tidak menjamin keamanan suplai listrik dari timur ke barat.

“Sistem transmisi di Pulau Jawa sudah bagus, tetapi infrastruktur transmisinya yang masih kurang ‘wah’,” ucap Kurtubi.

Dia berharap, pemerintah harus merencanakan pembangunan pembangkit listrik, baik lokasi maupun jenis pembangkit, harus bersih dan tidak menimbulkan polusi. “Kita mendorong pembangunan pembangkit listrik yang bersih, yakni yang menggunakan energi baru terbarukan seperti energi matahari, angin, dan air,” katanya. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here