Ditutup, Dua Eks Lokalisasi di Semarang Dijaga Ketat Satpol PP

Ilustrasi Sejumlah Satpol PP merazia pengamen.
Ilustrasi Sejumlah Satpol PP merazia pengamen. Foto: Antara

Oleh: Ade Lukmono

Indonesiainside.id, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi menutup dua lokalisasi di Semarang, yakni Sunan Kuning dan Gambilangu. Pascapenutupan, dua kawasan tersebut dijaga ketat aparat keamanan.

Satpol PP Kota Semarang melakukan pengawasan intensif di dua kawasan eks lokalisasi tersebut bersama Polrestabes Kota Semarang dan Kodim Kota Semarang. Satpol PP membuka posko selama 45 hari pasca penutupan.

“Untuk saat ini kami masih memberikan kebebasan bagi para wanita pekerja seks (WPS) melakukan aktivitas seperti biasa. Kami tidak akan memaksa mereka untuk kembali ke daerah asal masing-masing sebelum tali asih diberikan,” katanya, Jumat (9/8).

Apabila dana tali asih sudah diberikan, petugas tidak akan memberikan toleransi. Mereka barus pulang ke daerah masing-masing dan dilarang mangkal di sepanjang ruas jalan Kota Semarang.

Satpol PP Kota Semarang juga akan memasang spanduk di setiap lokalisasi sebagai tanda bahwa prostitusi telah ditutup. Ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar mereka yang biasa mengunjungi lokalisasi satpol pptersebut mengetahui bahwa tempat itu ditutup.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mendukung rencana Satpol PP melakukan penjagaan pasca penutupan Sunan Kuning dan Gambilangu. Pemkot harus memastikan praktik prostitusi tidak dilakukan di kawasan eks lokalisasi itu.

“Jangan sampai para WPS ini tertangkap satu, dua kali tapi masih nekat. Harus ada sanksi berat agar ada efek jera dan tidak menjajakan diri di Kota Semarang lagi,” pungkasnya. (Ags/Aza/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here