Tiga Syarat Jadi Negara Maju Versi PKS

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menyebutkan ada tiga syarat agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Ketiga Syarat itu terkait dengan politik, ekonomi, dan sumber daya manusia (SDM).

Syarat pertama yakni konsolidasi demokrasi dan stabilitas politik. Mardani mengatakan, Indonesia sejak zaman penjajahan sampai tahun 2000 memotret setiap krisis politik yang berimbas pada kekacauan ekonomi.

Menurut dia, pada tahun 98 atau lahirnya era reformasi seharusnya Indonesia sudah menjadi Macan Asia, tapi justru mengalami kemuduran. Dia membedah Texas bagian Mexico dan Texas bagian Amerika yang mempunyai pendapatan perkapita berbeda padahal sama-sama negara bagian Amerika.

“Texas Bagian Mexico cuma 9.000 USD dan Texas bagian Amerika 43.000 USD. Sama dengan Korea Utara dengan Korea Selatan . Korea Selatan 30.000 USD,  Korea Utara cuma 4.000 paling besar pendapatan perkapita. Dua-duanya faktornya konsolidasi demokrasi dan stabilitas politik,” kata Mardani dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8).

Selama 74 tahun merdeka, konsultasi demokrasi di Indonesia turun-naik. Sejak reformasi, Indonesia telah menggelar 5 Pemilihan Umum (Pemilu) dan tingkat partisipasi pemilih sudah mencapai 81 persen.

“Jadi konsolidasi demokrasi membaik tetapi kualitas demokrasi (masih perlu ditingkatkan),” kata dia.

Jika Pemilu 2019 tidak menghasilkan oposisi yang kuat maka konsolidasi demokrasi Indonesia memiliki catatan sejarah yang harus diperbaiki. Dia menegaskan, penyebab demokrasi naik-turun adalah para elite politik, bukan masyarakat.

“Pendukung Bapak Prabowo banyak menyebrang ke Bapak Jokowi itu akan menjadi  faktor yang sangat liability bagi demokrasi. Karena itu kualitas demokrasi kita akan sangat ditentukan oleh perilaku elit,” ucapnya.

Syarat kedua yakni ekonomi yang tumbuh berkualitas. Menurut Mardani, bukan Cuma pertumbuhan 7% yang harus dikejar.

“Tapi rasio gini yang sekarang udah turun dari 0,4 ke 0,39,38. Menurut kita  zaman orde baru, pak Harto masih 0,32 kita harus di bawah 0,30,” kata dia.

Mardani menilai Indonesia harus melakukan perubahan dan mengikuti perkemangan dunia. Itu jika Indonesia ingin menjadi negara maju.

“Umpamanya seperti ojek pangkalan-lawan gojek. Akan sangat berat karena ekonomi kita tidak segera tumbuh, terkoneksi menjadi ekonomi kreatif yang bukan menjual bahan mentah tetapi bisa memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Kemudian syarat ketiga adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). SDM berkualitas akan menjadi penentu maju atau tidaknya sebuah negara, maka itu, Indonesia harus memperhatikan sektor tersebut.

“Yang saya gembira di 74 tahun ini kita tetap memiliki fondasi yang kuat, empat konsensus dasar kita Pancasila, Undang-undang dasar 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI tidak punya masalah. Karena itu, pastikan amandemen tidak ngotak-ngatik 4 pondasi konsensus dasar kita,” kata Mardani.

Mardani mengaku sedih dengah kualitas SDM Indonesia setelah berusia 74 tahun. Kualitas pendidikan SD, SMP, SMA sangat jauh tertinggal dengan Singapura, Malaysia, dan bahkan Thailand.

“Karena itu kualitas pendidikan kita yang memperkuat budaya Indonesia menjadi prasyarat agar kita bisa menjadi negara yang maju,” kata Mardani. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here