DPD: Jangan Libatkan Asing Tangani BPJS Kesehatan

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota DPD mewakili DKI Jakarta, Fahira Idris, mengingatkan pemerintah dan manajemen Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak melibatkan asing dalam mengatasi persoalan defisit keuangan. Persoalan pelayanan kesehatan adalah marwah bangsa dan harus diselesaikan sendiri.

Menurut dia, jika pemerintah menjadikan persoalan defisit BPJS Kesehatan sebagai prioritas utama, secara bertahap defisit bisa diatasi. Dia tidak setuju jika setiap persoalan selalu minta saran dan bantuan negara lain.

“Tinggal pemerintah mau jadikan persoalan defisit BPJS Kesehatan ini sebagai skala prioritas atau tidak,” kata dia melalui akun resminya, Selasa (27/8).

Dia minta pemerintah dan manajemen BPJS Kesehatan tidak putus asa menyelesaikan persoalan defisit secara mandiri. Sudah banyak skema untuk mengikis defisit, tinggal dikaji kembali lalu dikonsultasikan ke parlemen.

Sementara, terkait sistem teknologi informasi BPJS Kesehatan yang disebut salah satu penyebab defisit, menurut dia tak perlu minta saran ke pihak asing. Apalagi tawaran kerja sama dengan perusahaan asuransi asing.

Di hampir setiap kesempatan, pemerintah mengatakan bangsa ini siap menghadapi industri 4.0. Salah satu pionirnya adalah kemampuan bangsa Indonesia berinovasi memanfaatkan teknologi informasi.

“Kalau tiba-tiba meminta bantuan asing terkait teknologi informasi asuransi dan pelayanan kesehatan nasional, apa kita tidak menampar muka sendiri?” ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia menuntut agar pemerintah menjadikan defisit keuangan BPJS Kesehatan sebagai skala prioritas untuk diselesaikan. Penyelesainnya pun harus secara mandiri tanpa melibatkan pihak asing.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here