Soal Rusuh Papua, Komisi I DPR: Aparat Jangan Lemah dan Melakukan Pembiaran

Jazuli Juwaini
Anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini. Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengimbau semua pihak terutama masyarakat Papua menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif. Ia berharap pemerintah dan aparat bisa berperan sangat efektif agar konflik tidak meluas menjadi konflik horisontal. Aparat tidak boleh lemah terhadap ancaman untuk kedaulatan NKRI.

“Aparat jangan lemah dan melakukan pembiaran tindakan perusakan dan penciptaan susana chaos yang meluas. Masyarakat umum juga akan melihat ketegasan aparat dalam meredam aksi yang berubah destruktif tersebut,” katanya.

Masalah Papua ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Di satu sisi, Pemerintah harus konsen dan serius menyejahtrakan rakyat Papua.

Namun di sisi lain, Pemerintah dan aparat juga harus tegas menghadapi semua potensi ancaman terhadap NKRI dan jatuhnya korban jiwa baik di kalangan aparat maupun sipil. “Jangan sampai ada lagi korban jiwa di setiap jengkal tanah NKRI, apalagi jika itu dilakukan atau diprovokasi oleh kelompok sparatis bersenjata,” ujarnya.

“Semua WNI dari wilayah manapun bersaudara tidak ada yang berhak menghinakan dan melukai satu sama lain,” kata Jazuli di Jakarta, Kamis (29/8).

Anggota Komisi I DPR ini lalu membandingkan bagaimana tindakan aparat menangani aksi massa di Papua dengan aksi massa protes hasil pemilu di Bawaslu tempo hari atau sebelumnya Aksi Bela Islam 411 dan 212. Aksi-aksi terakhir disikapi dengan berbagai macam tindakan represif, penangkapan dan proses hukum puluhan orang bahkan ada anak-anak, pengejaran kemana-mana, hingga tuduhan makar.

“Tanpa bermaksud menyamakan, tapi masyarakat akan melihat keseriusan dan ketegasan aparat tanpa pandang bulu dan pilih kasih dalam menindak aksi-aksi yang melibatkan massa besar dan dinilai destruktif serta mengancam pemerintahan,” ujarnya.

Apalagi ini di Papua sudah merusak dan membakar fasilitas umum dan pemerintahan. Kita semua berharap keamanan terkendali dengan ketegasan aparat dan berharap masyarakat tidak terprovokasi dan melakukan tindakan destruktif,” kata Jazuli menambahkan.

Lanjut Jazuli, aparat pemerintah dan keamanan harus benar-benar mampu meredam agar tidak terjadi konflik horisontal. Kalau ada ancaman terhadap keamanan nasional harus tegas.

“Saya khawatir jika tidak diredam secara tegas dan efektif, konflik meluas dan mengancam NKRI,” ujarnya.

Pasalnya, telah jatuh korban jiwa dari pihak aparat, ada anggota TNI yang meninggal dan sejumlah polisi terluka senjata tajam dan anak panah. Selain itu, sejumlah kantor pemerintahan dirusak massa, Gedung DPRD Provinsi Papua Barat, Kantor Majelis Rakyat Papua Barat, dan beberapa kantor dinas dibakar, kantor KPUD dan Bawaslu dirusak, demikian juga dengan kantor Dandim dan sejumlah fasilitas publik lainnya di Papua.

“Aparat jangan lemah dan melakukan pembiaran tindakan perusakan dan penciptaan susana chaos yang meluas. Masyarakat umum juga akan melihat ketegasan aparat dalam meredam aksi yang berubah destruktif tersebut,” katanya.

Masalah Papua ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Di satu sisi, Pemerintah harus konsen dan serius menyejahtrakan rakyat Papua.

Namun di sisi lain, Pemerintah dan aparat juga harus tegas menghadapi semua potensi ancaman terhadap NKRI dan jatuhnya korban jiwa baik di kalangan aparat maupun sipil. “Jangan sampai ada lagi korban jiwa di setiap jengkal tanah NKRI, apalagi jika itu dilakukan atau diprovokasi oleh kelompok sparatis bersenjata,” ujarnya. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here